Komeng, 10 Tahun Menderita Gizi Buruk

Komeng (17) penderita gizi buruk bersama ayahnya Puang Nompo di Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Foto : Whatsapp

Kabar Makassar, Bulukumba, — Komeng 17 tahun, warga Dusun Tamampalalo Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, 10 tahun terbaring lemah akibat menderita gizi buruk.

Kondisi tubuh Komeng yang semakin memprihatinkan ini mengundang perhatian pengguna media sosial. Foto-foto Komeng beredar luas dan mendesak pemerintah daerah setempat memberikan penanganan bagi warga itu.

Komeng 17 tahun, warga Dusun Tamampalalo Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, 10 tahun terbaring lemah akibat menderita gizi buruk. Foto : WhatsApp

Gizi buruk yang dikenal dengan istilah Marasmus-kwashiorkor dalam dunia medis, Malnutrisi atau kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi.

Baca juga :   Sibuk Keluar Negeri, Gubernur Ini Terima Lagi Penghargaan

Ahmad Hanafi, tetangga penderita gizi buruk mengaku Komeng yang merupakan putra Puang Nompo ini memang hidup serba kekurangan. Puang Nompo sehari-harinya hanya bekerja sebagai buruh panggilan. “Kami sangat prihatin dengan kondisinya. Komeng bertahun-tahun terbaring dengan kondisi ini,” keluhnya.

Dia menilai kondisi ini terjadi akibat tidak akuratnya pendataan yang dilakukan pemerintah setempat sehingga angka gizi buruk menjadi faktor utama. Proses perbaikan gizi buruk yang di rancang pemerintah tidak maksimal dalam pelaksanaannya.

Baca juga :   Hari Pertama Kerja, SYL Gelar Halal bi Halal

Padahal, lanjut Ahmad Pemkab Bulukumba memiliki Program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK). “Kita berharap program ini dijalankan secara massif di tengah-tengah masyarakat, agar dapat menangani kasus gizi buruk yang terjadi di kabupaten Bulukumba,” tegas Ahmad.

Dengan dibantu beberapa aktivis mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Rappocini di Makassar yang peduli dengan kondisi itu dan membantu melalui jaringan sosial media untuk menyampaikan hal ini ke publik. (*/nck)

Baca juga :   Ketahanan Pangan Sulsel Sosialisasi Buat Pupuk Organik

Penulis : Wawan Indrawan