Kolaborasi Kampus UI dan Unhas Rancang Kapal Nelayan Indonesia

Kolaborasi Kampus UI dan Unhas Rancang Kapal Nelayan Indonesia

Kolaborasi Kampus UI dan Unhas Rancang Kapal Nelayan Indonesia

Kabar Makassar -- Kapal nelayan Indonesia rancangan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sedang dibangun di Galangan Kapal PT IKI Makassar, bakal menjadi armada pencari ikan klasifikasi modern, Kapal dengan spesifikasi ‘’length of all’’ (LOA, panjang keseluruhan) 15 m ini, dilengkapi dengan sistem navigasi dan komunikasi. Namun yang sangat heboh, kapal dengan lebar 4 m dan tinggi 2,8 m ini dilengkapi radar untuk mendeteksi lokasi ikan.

"Kapal ini juga dilengkapi radio guna mengetahui kondisi cuaca yang disuplai oleh Lembaga Penerbangan Antariksa dan Nuklir (LAPAN),"ujar Buyung, salah seorang alumni Unhas yang ikut bergabung dengan tim pembuatan kapal nelayan Indonesia ini kepada kabarmakassar.com Senin (7/8/2017).

Armada nelayan ini ketika sarat air berada pada ketinggian 1,2 m. Pengerjaan kapal dengan mesin penggerak sistem hybrid (Diesel- Compressed Natural Gas, CNG) berkekuatan daya dorong 90 tenaga kuda (horse power -HP) yang telah dimodifikasi PT INTI tersebut dimulai 5 Juli 2017.

Kapal tersebut juga memiliki tanki penampungan ikan kapasitas 2,5 ton dan tanki bahan bakar 2 x 250 liter, dan tanki air tawar kapasitas 1.000 liter. Bahan baku kapal terbuat plat baja datar tanpa lekukan.

Menristekdikti Mohammad Nasir usai bergabung dengan sekitar 22.000 pasang mata yang mengikuti Gerak Jalan Santai Hari Teknologi Nasional (Harteknas) XXII di Jl. Jenderal Sudirman, Ahad (7/8) juga mengunjungi PT IKI, tempat kapal nelayan Indonesia ini dibuat. Kapal nelayan ini akan diluncurkan Presiden Joko Widodo pada puncak peringatan Harteknas XXII di Makassar, Kamis (10/8) di Anjungan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.

Mohammad Nasir mengapresiasi pembuatan kapal nelayan tersebut yang dapat diwujudkan dalam waktu relatif cepat, 1 bulan. Dia mengatakan, kapal ini sudah dipatenkan, tidak hanya digunakan oleh para nelayan, tetapi juga untuk angkutan orang antarpulau.

"Setelah diluncurkan, kapal ini akan segera didistribusikan kepada nelayan di bawah koordinasi Universitas Hasanuddin," ujar Nasir yang didampingi Sekjen Kemristekdikti Ainun Naim, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu, Rektor UNM Husain Syam, sebagaimana dirilis Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas, Ishak Rahman.
Tidak hanya Sulsel yang memperoleh kapal sejenis ini, kapal serupa juga akan dikembangkan untuk wilayah NTB, NTT, dan Papua.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu merasa bangga setelah melihat banyak alumni almamater yang dipimpinnya terlibat dalam pengerjaan kapal nelayan ini. Yang menarik, alumni Unhas tersebut tidak saja dari Fakultas Teknik, tetapi juga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).

Penulis: Dahlan Abu Bakar

 

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close