Keunikan Perayaan 1 Muharram di Indonesia

Pesta Mappanretasi di Pindrang, Sulsel [Foto: Int]
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabar Makassar– Tahun Baru Islam 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 21 September 2017 kemarin, yang diperingati oleh seluruh umat Islam di berbagi negara salah satunya Indonesia yang menjadi negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia.

Setiap tahunnya, masyarakat di Indonesia selalu memperingati perhelatan tersebut dengan berbagi tradisi dan ritual yang diyakini di daerah masing masing.

Mengingat keanekaragaman budaya di Indonesia yang beragam sehingga setiap daerah mempunyai cara dan tradisi sendiri dalam merayakan Tahun Baru Hijriah.

Tradisi dan ritual yang dibaut menjadi unik karena hanya dapat disaksikan satu tahun sekali. Berikut beberapa tradisi unik di berbagai daerah di Indonesia.

1. Pesta Mappanretasi

Di Pindrang, Sulawesi Selatan. Masyarakat didaerah pesisir pantai Pindrang setiap Tahun Baru Hijriah memiliki ritual tersendiri yang mereka sebut Mappanretasi.

Ritual ini merupakan bentuk rasa syukur nelayan yang para nelayan yang pergi melaut hingga ke laut Sulawesi Tenggara mencari ikan dan dapat kembali ke kampung dengan selamat.

Pada rangnkaian kegiatan tersebut perahu perahu nelayan yang sudah dihiasi dengan berbagai pernak pernik dan warna yang mencolok akan mengikuti konvoi bersama ratusan masyarakat sembari melantukan lagu lagu dan memainkan musik daerah yang khas.

2. Tradisi Bubur Suro di Jawa Barat

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat dalam rangka menyambut bulan Muharram sekaligus sebagai bentuk peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad di medan peperangan.

Pada pagi hari di tanggal sepuluh Muharram, seluruh rumah penduduk menyiapkan bubur merah dan bubur putih yang disajikan secara terpisah yang dikenla sebagi bubur suro.

Bubur ini nantinya di bawah ke masjid mesjid terdekat dengan beberapa makanan lainnya.

3. Tradisi Ngumbah Keris

Ngumbah Keris atau mencuci keris merupakan tradisi masyarakat Jawa yang cukup sakral dan dilakukan hanya waktu tertentu.

Biasanya ini hanya dilakukan sekali dalam satu tahun yakni pada bulan suro.

Bulan Suro dipilih karena dianggap bulan kramat dan dipercaya dapat menambah kekuatan ghaib sebuah keris.

4. Kirab Kebo Bule Kraton Surakarta

Pada malam 1 Muharram atau 1 Suro di Surakarta, pihak kraton dan warga mengelar tradisi kirab pusaka yang tidak hanya diiringi oleh para abdi dalem tetapi juga oleh enam kerbau istimewa yang berwarna putih.

Dalam tradisi ini beberapa ekor kebo bule (kerbau berwarna putih) diarak keliling kota.

Kerbau kerbau ini dipercaya sebagai turunan Kebo Bule Kyai Slamet dan diangap kramat.

Kerbau kerbau tersebut berperan sebagai Cucuking Lampah (Pemandu kirab) dan diikuti oleh para kerabat kraton yang membawa pusaka.

Baru kemudian di barisan belakang ada masyarakat Solo dan sekitarnya. Kirab ini biasanya digelar pada tengah malam.

Selain itu yang paling menarik dan unik dari tradisi ini adalah ketika orang orang saling berebut berusaha menyentuh atu menjamah tubuh kebo bule dan berebut mendapatkan kotorannya. Pasalnya kotoran kotoran tersebut dipercaya dapat membawa berkah.

5. Tradisi Mubeng Benteng di Kraton Yogyakarta

Tradisi lain yang dilakukan dalam perayaan menyambut tahun baru hijriah adalah ritual Lampah Mubeng atau Mubeng Benteng. Tradisi Mubeng Benteng merupakan simbol refleksi dan intropeksi diri orang Jawa pada malam 1 Suro.

Ritual mubeng benteng ini dilaksanakan dengan berkeliling kawasan kompleks keraton pda malamhari sebagai wujud dari bentuk perenungan untuk selalu melakukan intropeksi diri.

Selama mengelilingi benteng dalam ritual ini, semua peserta harus melakukan tapa bisu (tidak berbicara ataupun bersuara) serta tidak makan, minum atau merokok.

Ritual ini dibuka untuk umum dan siapa saja juga boleh turut mengelilingi kompleks keraton. Dalam mengelilingi benteng, jarak yang ditempuh mancapai lima kilometer.

6. Tradisi Ledug Suro di Magetan

Pada tahun baru Hijriah, Masyarakat Magetan menggelar tradisi Ledug Suro dengan ngalub berkah bolu rahyau. Tradisi ini dipercaya dapat membawa rezeki.

Sama seperti tradisi 1 Suro lainnya, Ledug Suro sangat dinanti nanti warga. Upacara ini diawali dengan kirab Nayoko Projo dan Bolu Rahayi yang nantinya menjadi sasaran rebutan warga. Pasalnya, bolu rahayau tersebut dipercaya mendatangkan berkah.

7. Festival Tabot di Bengkulu

Acara ini merupakan suatu upacara tradisionla yang diselenggrakan di Bengkulu dalam menyambut perayaan tahun baru Hijriah yang mana pelaksanaannya mulai tanggal 1 hingga 10 Muharram.

Pada awalnya, upacra ini digelar untuk mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad, Husain Bin Abu Thalib dalam perang.

Upacara Tabot masih mendapat pengaruh dari upacara Karbala di Iran.

Perayaan ini telah dilakukan sejak tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal juga sebagi Imam Senggolo.

Masyaraklat kota Bengkulu percaya apabila perayaan ini tidak mereka selenggrakan maka akan terjadi musibah atau bencana.

Oleh sebab itu, tidak mengeherankan apabila perayaan Tabot ini dipenuhi dengan kegiatan kegiatan yang bersifat ritual dan klosal. (Berbagai Sumber)

[divider sc_id=”sc187370855495″]divider-3[/divider]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.