News

Ketahuilah Penyebab Kram Otot pada Tubuh

Ketahuilah Penyebab Kram Otot pada Tubuh

Kabar Makassar-- Kram atau kesemutan bisa datang secara tiba tiba dan akan sangat menyiksa ketika terjadi secara sering yang bahkan penyebabnya pun akn sulit untuk disadari.

Kram otot adalah nyeri yang diakibatkan oleh kontraksi terus menerus yang dialami oleh otot atau kelompok otot.

Kram otot ini dapat mengenai semua jenis otot terutama pada otot otot besar seperti perut, kaki, dan tangan.

Nyeri akibat kram otot dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Bagian tubuh yang paling sering terkena kram otot biasanya adalah otot betis bagian bawah dan oto belakang lutut.

Penyebab kram otot pada umumnya tidak diketahui secara pasti, dalam dunia medis dikenal dengan istilah idiopatik, dan bisa disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor.

Beberapa kondisi yang beresiko menyebabkan terjadinya kram adalah kondisi otot yang terlalu lelah, pengguna kontraksi otot yang tiba tiba (kurang pemanasan dan perengangan), serta gangguan sirkulasi darah ke otot.

Selain yang bersifat idiopatik, kram otot dapat pula disebabkan oleh penyakit tertentu yang spesifik.

Dalam kondisi ini, kram merupakan salah satu gejala dari pada penyakit dan kondisi yang juga merupakan penyebab dari kram otot adalah:

- Efek samping dari beberapa jenis obat, seperti obat obatan kardiovaskuler (diuretik, nifedifine), obat saluran cerna (cimetidine), modifikasi lemak tubuh (statun, fibrat), obat saluran nafas (salbutamol, terburalin), dan lain lain.
- Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh
- Ketidakseimbangan elektrolik tubuh (kadar kalsium, kalium, atau natrium yang terlalu rendah).
- Kehamilan, terutama oada trimester (minggu ke 28 hingga 40).
- Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
- Peyempitan pembulu darah kaki yang menghambat sikulasi darah.
- Gangguan saraf, bisa diakibatkan oleh kekurang vitamin B complekx.
-Gangguan hati, seperti sirosis hati.

Adapun upaya pencegahan dan pengobatan untuk kram otot adalah:

-Melakukan peregangan sebeluom tidur, hal ini dapat bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kram saat bagun tidur.
- Mengkonsumsi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi, dengan demikian resiko kram berkurang.
- Mengkonsumsi biah dan sayuran dalam jumlah yang cukup. Ini menjaga keseimbangan elektroit tubuh seklaigus memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.
- Tidur dengan posisi yang baik, terutama mengusahakan agar otot otot dapat serileks mungkin. Penggunaan selimut juga harus diperhatikan agar tidak terlalu rapat terutama pada bagian kaki.
- Membiasakan diri untuk melakukan peregangan disela sela aktivitas fisik ketika melakukan pekerjaan yang berdurasi lama, seperti duduk atau mengetik.
- Jika terjadi kram yang harus dilakukan pertama kali adalah menahan otot pada saat berkonstraksi dengan arah berlawanan. Hal ini ditujukan agar otot otot yang berkontraksi dapat kembali ke posisi semula.(Berbagai Sumber)

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya

Unjuk Rasa Pengungsi Rohingya

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close