Kesederhanaan Danny Pomanto dan Ahmadinejad

hqmovies2013.blogspot.com. [Int.]

Kabar Makassar— Sendal jepit berbahan karet warna hijau, merupakan alas kaki sederhana yang kerap dikenakan oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto saat menikmati waktu senggan.

Bahkan sendal jepit tersebut sengaja diletakkan di belakang jok mobil yang tiap hari ditumpanginya, agar mudah dijangkau saat ingin mengenakan sendal jepit tersebut.

Dibalik jabatannya sebagai orang nomor satu di Kota Makassar, Danny tetap sosok yang memiliki kesederhanaan.

Wali Kota yang tenar dengan program Sombere dan Smart City ini juga memiliki kebiasaan seusai shalat Jumat, Ia tak serta merta meninggalkan areal masjid.

Baca juga :   Tokoh: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel.

Danny selalu menyempatkan diri menyapa warga, berbincang, mendengarkan harapan-harapan warganya atau pun sekedar bertanya kabar.

“Alhamdulillah, kita semua masih diberikan kesehatan dan umur panjang hingga dipertemukan ramadhan. Perbanyak ibadah dan amalan baik di bulan suci ini,” pesan Danny.

Berbicara mengenai sifat kesederhanaan pejabat tinggi yang dimiliki, boleh juga kita menoleh ke negara timur tengah tepatnya di Iran.

Mantan Wali Kota Taheran yang juga merupakan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga konsisten dengan hidup sederhananya.

Baca juga :   Perjalanan Karir Lurah Mariso, dari Bulukumba Hijrah ke Makassar

Dari beberapa sumber yang di himpun, kesederhanaan Ahmadinejad terlihat saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang harganya selangit ke beberapa mesjid yang ada di Kota Taheran dan menggantinya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Dibanyak kesempatan, Ahmadinejad selalu bertegur sapa bahkan berbincang dengan petugas kebersihan yang ada di lingkungan rumah ataupun di kantor kepresidenannya.

Selain kesederhanaan yang dimilikinya, Ahmadinejad juga sosok dermawan. Hal tersebut dikarenakan ia tidak mengambil gajinya sebagai Presiden dengan alasan untuk kesejahteraan rakyat dan gaji tersebut menurutnya adalah milik rakyat dan ia bertugas untuk menjaganya.

Baca juga :   Uchi, Penulis Yang Disukai Pegawai ASN

“Kalau aku tidak memulai, bawahanku tidak akan mulai,” tindakannya ini didukung oleh anak dan istrinya.

Penulis: Asrul
Editor: Dim