Kenali Perbedaan Flakka dan PCC

Kabar Makassar —– Maraknya penyalahgunaan Paracetamol Cafein Carisoprodol atau pil PCC sering dikaitkan dengan narkoba jenis flakka yang memiliki efek dianggap mirip.

Meski demikian, Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan bahwa keduanya berbeda. Hal ini ditegaskan oleh Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari yang mengatakan PCC bukanlah flakka.

“Menurut literatur yang kami peroleh, memang kandungan obat ini sementara ini bukan merupakan narkotik dan juga bukan yang sekarang ini tersebar ditengah masyarakat adalah jenis flakka, bukan,” katanya.

Baca juga :   Jelang Deklarasi 2211, Sembilan Parpol Solid Terbitkan Rekomendasi

Diketahui, flakka merupakan narkoba berbentuk kristal yang berasal dari luar negeri.

“Flakka sendiri sangat berbeda dengan kandungan zat atau obat-obat yang sekarang dikonsums terkandung dalam obat atau pil PCC yang digunakan anak sekolah di Kendari,” ujar Arman.

Sementara PCC merupakan digolongkan sebagai obat daftar G dimana penggunanya harus menggunakan resep dokter. PCC mengandung Carisoprodol mempunyai efek yang bisa melemaskan otot dan menghambat rasa sakit antara saraf dan otak. Sebenarnya, obat ini adalah salah satu jenis obat penghilang rasa sakit (analgetik).

Baca juga :   Pentingnya Peran Kontrol Pemerintah dan Masyarakat Memerangi Narkoba

Berbeda dengan narkoba jenis flakka yang mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin. Dampaknya yang ditumbulkan apabila dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri.

Meski demikian, BNN menyatakan narkoba yang memiliki efek ke pengguna seperti zombie ini, sudah masuk ke Indonesia.

Baca juga :   Waspadai Infeksi Cacing Pita, Dapat Menimbulkan Kematian

[divider sc_id=”sc644445717939″]divider-2[/divider]

[team layout=”4″ staff=”489″ sc_id=”sc1331766515112″]