Kembangkan Kepemimpinan Perempuan Islam, Konjen Gelar Studi Singkat

Kabar Makasaar — Sebanyak 30 perempuan dari organisasi islam di seluruh Indonesia akan mengikuti Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Islam di Melbourne, Australia pada 18-29 September 2017 mendatang.

“Studi singkat ini adalah beasiswa Australia Awards yang prestisius, didanai oleh Pemerintah Australia dan didesain khusus untuk 30 perempuan dari organisaai islam, Universitas, Universitas Islam serta perwakilan dari Pemerintah Republik Indonesia. 10 di antara penerima beasiswa merupakan para pemimpin perempuan Islam di Sulawesi Selatan,” ujar Sean Turner selaku Perwakilan Konjen Australia di Makassar saar menjamu makan malam bersama media dan peserta Australia Awards in Indonesia di Hotel Four Points Makassar, Selasa, 15 Juli 2017.

Baca juga :   Ini Isi Lengkap ,Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR-RI

Menjelang keberangkatan Australia, peserta mengikuti Lokakarya Pra-Studi selama tiga hari di Makassar yang telah dilaksanakan sejak 14 Agustus kemarin. Dalam waktu tersebut, peserta akan dibekali berbagai pengetahuan mengenai kepemimpinan perempuan, peranan perempuan dalam Islam, komunitas muslim di Australia serta terlibat dalam berbagai diskuso interaktif.

Sementara setelah di Australia, nantinya peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke organisasi multi-budaya dan organisasi perempuan, pertemuan tingkat tinggi, panel narasumber ahli dan sesi pembinaan hubungan (networking). Selain itu, mereka akan bertemu dengan pempimpin perempuan yang berpengaruh dari berbagai bidang termasuk kesehatan, media, bisnis, dan sektor nirlaba serta yang bergerak di politik lokal, negara bagian dan federal Australia.

Baca juga :   Sapi Kurban Milik JK, Disembelih di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar

Adapun studi singkat ini dirancang untuk memberdayakan peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung partisipasi perempuan di angkatan kerja sekaligus menghilangkan hambatan struktural, kebudayaan dan internal serta mentransformasi hubungan kekuasaan, khususnya di bidang yang didominasi para laki-laki. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan peserta menjadi pelaku utama dalam meningkatkan pembangunan ekonomi, sosial dan kebudayaan di organisasi serta masyarakat luas, dan membangun jejaring global bagi pemimpin perempuan masa depan.

Baca juga :   Agenda Kuker Presiden RI Di Sulsel, Pasar Rakyat Maros Belum Siap

Diharapkan pada studi singkat ini dapat memberi peluang untuk membina hubungan baik antara masyarakat Indonesia dan Australia baik di tingkat personal maupun di tingkat kelembagaan, serta mempromosikan pandangan yang positif tentang Australia dan masyarakat Australia.

[divider sc_id=”sc257411562048″]divider-2[/divider]

[team layout=”2″ staff=”489″ sc_id=”sc1440830008003″]