Kawat Berduri Masih Terpasang, Mahasiswa Sebut DPRD Sulsel “Anti Demonstrasi”

Pasca aksi demostrasi pada September 2019 lalu, kawat berduri yang dipasang oleh Polrestabes Makassar di depan Kantor DPRD Sulsel belum juga ditarik.

Kabarmakassar.com — Pasca aksi demostrasi pada September 2019 lalu, kawat berduri yang dipasang oleh Polrestabes Makassar di depan Kantor DPRD Sulsel belum juga ditarik.

Padahal, sepanjang tahun 2020, kawat berduri yang terpasang tersebut menutup pintu keluar dari kantor wakil rakyat yang berada di Jalan Urip Sumohardjo itu.

Terkait hal itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriadi Idrus mengakui jika kawat berduri tersebut milik Sabhara Polrestabes Makassar.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes agar kawat berduri tersebut segera diamankan.

“Miliknya Sabhara Polrestabes Makassar itu, nanti saya koordinasi sama Pak Kabag Ops. Tinggal mau diangkut, itu sudah selesai waktu aksi kemarin,” kata Edy, Jumat (28/2).

Ia juga mengakui jika kawat berduri tersebut menghalangi pintu keluar Kantor DPRD Sulsel. “Iya, pintu keluar itu tinggal mau diambil,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Aji mengatakan bahwa keberadaan kawat berduri itu mengganggu.

“Ini perlu disingkirkan karena sangat mengganggu estetika yang ada, lagian itu untuk apa,” kata Aji.

Mahasiswa Fakultas Hukum ini mengatakan dengan adanya kawat berduri tersebut seolah-olah DPRD Sulsel anti demonstrasi.

“Itu jadi penghalang bagi masyarakat dan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi, karena seolah-olah itu anti demonstrasi” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Nuralamsyah

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI