Kasus Penimbunan Pasar Karisa Belum Jelas

Kasus Penimbunan Pasar Karisa Belum Jelas

Kabar Makassar, Jeneponto --- Kasus dugaan korupsi penimbunan pasar karissa Kabupaten Jeneponto yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2015 belum jelas.

Dinas Perhubungan Jeneponto sebagai pengguna anggaran (PA) disorot tajam dari kalangan mahasiswa terkait lambannya proses penanganan kasus itu.

Kasus tersebut dinilai lambat di proses oleh pihak polres Jeneponto, terkait kasus itu bergulir di Polres jeneponto sejak awal tahun 2016, sampai 2017 ini belum jelas arahnya.

Hal itu ditanggapi Mantan Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Ismail Samad saat ditemui kabar makassar dirumah dinas polres Jeneponto Senin, 10 Juli 2017.

Kasus pekerjaan penimbunan terminal itu, lanjutnya terhambat karena berkas penyidikan yang disodorkan ke Kapolres belum ditanda tangani.

"Kasus itu terhambat karena berkas untuk melakukan penyidikan belum ditanda tangani pimpinan (Kapolres Red) terakhir saya koordinasikan ke pimpinan tanggal 16 Juni 2017 lalu, namun belum ditanda tangani, saya kurang tau apa alasannya," tegas AKP Ismail.

Menurutnya, Kasus Penimbunan terminal itu sudah lengkap bukti-buktinya.

"Semua berkas dan Bukti sudah lengkap, dan kasus itu tidak punya celah untuk di praperadilankan, bukti sudah kuat untuk menetapkan tersangkanya," jelas AKP Ismail.

Selain kasus pengerjaan penimbunan terminal karisa masih ada kasus lainnya yang ditangani polres Jeneponto yang masih stagnan penyidikannya misalnya dana KOBE dan beda rumah di mallassoro Desa punagayya Kec. Bangkala.

Ditempat terpisah, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, mengaku telah melakukan gelar perkara dan akan segera menetapkan tersangka. "Kemarin kami telah melakukan gelar perkara, dalam waktu dekat kita akan tetapkan tersangkanya," kata AKBP Hery Susanto,di Halaman Mapolres Jeneponto, Senin, 10 Juli 2017 setelah upacara peringatan HUT Polri Ke-71.

Hery mengaku, dugaan kerugian negara terkait kasus penimbunan terminal karisa Jeneponto itu sebanyak kurang lebih 300 Juta rupiah,"Dugaan kerugian negara yang diakibatkan kasus itu kurang lebih 300 juta," ungkapnya.

Ditanya terkait tidak ditanda tanganinya berkas penetapan tersangka, Hery membantah, "itu tidak benar, siapa yang bilang, itu masih dalam proses," tegasnya.

Dimana sebelumnya diberitakan mahasiswa anti korupsi (KOMAKO)mendemo dan menyoroti lambatnya kinerja polres Jeneponto dalam penanganan kasus dugaan korupsi penimbunan terminal karisa Jeneponto dan Dana KOBE serta beda rumah.

Penulis: Nurul Gaffar
Foto: Nurul Gaffar

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: