Kasus Covid-19 di Makassar Mulai Tunjukkan Trend Penurunan

Covid-19 (illustrasi/INT)

KabarMakassar.com — Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Makassar yang merupakan episentrum penyebaran virus tersebut, masih terus bertambah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Jumat (8/5), di Sulsel ada penambahan sebanyak 24 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulsel. Dimana dari 24 tambahan tersebut, yang terbanyak atau 11 diantaranya berada di Kota Makassar. Sementara 13 lainnya tersebar di Maros 3 kasus, Luwu Timur 3 kasus, Soppeng 4 kasus, Luwu 1 kasus, Gowa 1 kasus, dan 1 kasus warga Bekasi yang ada di Sulsel.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustrai mengatakan, berdasarkan hasil tes atau uji spesimen di laboratorium, mulai terlihat adanya trend penurunan kasus positif Covid-19 di Kota Makassar.

“Setiap hari itu rata-rata ada 300-an spesimen yang diperiksa, dan hari ini itu ada 331. Dan untuk Makassar ada 11 penambahan pasien terkonfirmasi positif. Kalau melihat data 2 minggu terakhir, jumlah penambahan kasus terbanyak di Makassar itu tanggal 1 Mei, yaitu 24 kasus. Setalh itu sampai sekarang, tidak pernah lagi sebanyak itu,” kata Ichsan, Jumat (8/5) malam.

“Trend ini menunjukkan tanda baik, bahwa ada penurunan. Tapi ini masih analisa saya, dan kita berdoa semoga seterusnya seperti ini. Bisa terus menurun,” sambungnya.

Lebih jauh Ichsan mengatakan, rencananya tanggal 12 Mei mendatang, akan dilaksanakan rapid test massal secara serentak di sejumlah lokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Insha Allah, kami telah berkoordinasi dengan posko Makassar dan Gowa. Tanggal 12 Mei kalau tidak ada halangan, akan dilakukan rapid test massal yang tentu diarahkan untuk beberapa kelompok masyarakat yang berisiko. Seperti di Pasar, Ojol, toko besar yang diizinkan untuk buka pekerjanya kita rapid test, termasuk tukang parkir juga,” terangnya.

Menurut Ichsan, rapid test massal yang dilakukan ini bertujuan untuk men-screening dan mencari penyebar virus (Covid-19) untuk kemudian dikarantina agar tidak menyebarkan ke oarang lain.

“Kita siapkan 30 ribu alat rapid test. Orang yang kita periksa itu kita akan lihat siapa yang berpotensi. Tujuannya adalah sebenarnya mencari penyebar virus. Kalau hasil rapid test-nya positif, maka akan langsung diisolasi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hingga Jumat (8/5), jumlah total kumulatif kasus positif Covid-19 di Sulsel tercatat sebanyak 708 kasus. Dari jumlah tersebut, 405 diantaranya masih dirawat, 256 sembuh, dan 47 orang meninggal dunia.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.067 orang (231 dirawat/proses follw up, 735 sehat/negatif Covid-19, 101 meninggal dunia). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 4.295 orang (840 proses pemantauan, 3.455 selesai pemantauan).

Adapun 5 daerah dengan jumlah total kasus positif Covid-19 terbanyak di Sulsel yakni; Makassar (478 kasus); Gowa (50 kasus), Maros (39 kasus); Luwu Utara (25 kasus); dan Sidrap (22 kasus).

Sementara 19 kabupaten/kota lainnya, yakni: Parepare (16 kasus); Luwu Timur (15 kasus); Pangkep (10 kasus); Soppeng (9 kasus); Sinjai (7 kasus); Bulukumba (6 kasus); Pinrang (5 kasus); Bone (5 kasus); Takalar (5 kasus); Enrekang (4 kasus); Tana Toraja (3 Kasus); Luwu (3 kasus); Selayar (2 kasus); Jeneponto (1 kasus); Palopo (1 kasus); Wajo (1 kasus), Bantaeng (1 kasus); dan Barru (1 kasus), Toraja Utara (0 kasus).

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI