News

Kasus Bunuh Diri di Sulsel Meningkat ini Kata Psikolog

Kasus Bunuh Diri di Sulsel Meningkat ini Kata Psikolog

Kabar Makassar -- Maraknya kasus bunuh diri terjadi di Sulawesi Selatan bisa menjadi tren saat ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi.

Baru-baru ini Kabupaten Maros digegerkan dengan aksi gantung diri Hidayatullah remaja berusia (18 tahun), aksi nekat mengakhiri hidupnya ini diduga terkait masalah asmara dengan kekasihnya pada hari Kamis, 27 Juli 2017 lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat dikarenakan sebelum mengakhiri hidupnya, remaja tersebut masih sempat melakukan video call dengan kekasihnya.

Sementara itu, seorang perempuan warga asal Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumaing daeng Tibo (32) nekat mengakhiri hidupnya pada 30 Juli 2017. Ia melakukan aksinya dengan naik ke tower setinggi 30 meter, namun berhasil digagalkan oleh sejumlah masyarakat setempat. Diduga aksi tersebut terkait masalah rumah tangga.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Anak, Ratih Andjayani Ibrahim menjelaskan bunuh diri merupakan perilaku fatalistik, perilaku kekerasan yang dilakukan kepada dirinya sendiri.

"Penyebabnya macam-macam. Depresi adalah salah satunya. Namun bukan semua perilaku bunuh diri dikarenakan depresi," jelasnya melalui pesan singkat. Selasa, 1 Agustus 2017.

Selain itu, beberapa kasus yang terjadi baru-baru ini di Sulawesi Selatan menurut Ratih, tidak senantiasa dianggap sebagai kasus bunuh diri. Namun, tetap harus dibuktikan dengan melakukan penyelidikan mendalam.

"Pada dua contoh kasus di atas, kita membuat asumsi tentang penyebab orang bunuh diri.
Namun asumsi tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan yang lebih seksama," tambahnya.

Foto: Int.

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: