News

Karena Satu Koin Anda Sangat Berarti Bagi Kakek Muhammad

Karena Satu Koin Anda Sangat Berarti Bagi Kakek Muhammad

Kabar Makassar-- Seorang kakek tua yang hidup sebatangkara di bilangan Pallantikang perbatasan kabupaten Gowa Makassar membutuhkan uluran tangan masyarakat.

Ialah kakek Muhammad (63 tahun) yang diketahui hidup sendiri sejak sepeninggal sang istri 10 tahun lalu.

Kakek Muhammad (63 tahun) dulunya berprofesi sebagai buruh harian lepas atau tukang kayu. Karena tubuh tuanya yang mulai rentah sehingga kini ia tidak lagi melakukan pekerjaan berat.

Dan untuk mengisi kekosongan hari harinya yang sepi, setiap pukul 7 pagi biasanya kakek Muhammad (63 tahun) mengayuh sepeda tuanya menuju kota Makassar.

Dengan sepeda tua tersebut, kakek Muhammad (63 tahun) berkeliling dan menyisir lorong lorong kota Makassar berharap ada belas kasih dari masyarakat untuknya menyambung hidup.

Beberapa bulan lalu beberapa orang yang tergabung dalam lembaga Makassar Peduli (MKP), melihat kakek Muhammad (63 tahun) tengah duduk di tepi jalan dengan pandangan kosong kearah kendaraan yang berlalulintas di jalan Veteran.

Saat itu, ternyata kondisi tubuh sang kakek sangat lemas dan gemetaran karena seharian belum mendapat asupan makan, dan oleh tim MKP diajaklah si kakek menuju ke sebuah warung makan.

Sembari makan, kakek Muhammad (63 tahun) dan seorang dari tim MKP berbincang bincang soal kesehariannya sang kakek yang sepi. Dengan berlinang air mata kakek Muhammad (63 tahun) menceritakan tentang dirinya dan almarhumah istrinya.

Setelah pertemuan tim MKP dan kakek Muhammad (63 tahun) saat itu, tim MKP tak lagi mendengar kabar soal kakek. Dan hingga Selasa 15 Agustus 2017 malam tadi salah seorang tim mendapati sang kakek terbaring lemah disebuah pos ronda di BTP.

Tim MKP, Muh. Ikhsan yang menemukan kakek, segera melakukan tindakan dengan membelikan obat obatan dan makanan untuk sang kakek, kemudian lebih jauh tim MKP menindaklanjuti masalah sosial ekonomi yang di pikul oleh sang kakek.

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close