Kaleidoskop 2019: Ini Tiga Kasus Terheboh di Gowa

KabarMakassar.com — Sepanjang tahun 2019 ada tiga kasus yang menarik perhatian publik utamanya kasus-kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Gowa.

Beragam peristiwa menarik yang membuat heboh pernah terjadi seperti kasus pembunuhan yang pernah terjadi di Butta Bersejarah.

Berikut rangkuman tiga kasus terheboh di Gowa yang dirangkum kabarmakassar.com,

  • Dosen Bergelar Doktor Bunuh Rekan Kerjanya

Diawali dengan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dosen bergelar doktor asal Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Wahyu Jayadi terhadap rekan kerja sekaligus sahabatnya sendiri, Sitti Zulaeha Djafar.

Pembunuhan itu terjadi pada Kamis malam, (21/3) lalu. Mayat Zulaeha ditemukan warga esok harinya. Zulaeha ditemukan di dalam mobilnya di wilayah Kecamatan Patallasang dengan posisi duduk. Sedangkan lehernya terlilit sabuk pengaman, dan wajahnya menghadap ke atas.

Zulaeha tewas tercekik oleh Wahyu Jayadi yang mengakibatkan tulang tiroid Zulaeha pada lehernya patah. Mayatnya baru ditemukan warga pada Jumat, (22/3/2019). Wahyu tega melakukan itu karena Zulaeha terlalu mencampuri urusan pribadinya. Kasus tersebut ditangani oleh Polres Gowa.

Doktor itupun melanggar pasal 338 KUHP dengan vonis penjara selama 14 tahun lamanya. Kini Wahyu tengah menjalani masa hukumannya di balik jeruji besi.

“Terdakwa memenuhi unsur dakwaan subsidaer Pasal 338 KUHP, yakni dengan sengaja merampas nyawa korban,” kata Hakim Ketua PN Sungguminasa, Muhammad Asri dalam putusannya.

  • Seorang Pria Membunuh dan Membuang Mayat Pacarnya di Sungai Jeneberang

Kasus pembunuhan kedua dilakukan oleh seorang warga Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus tehadap pacarnya, Jumince Sabneno. Masalah perekonomian jadi penyebab. Jumince dibunuh oleh Raymundus, dan ditemukan di tepi sungai Jeneberang yang terbungkus seprei, pada Senin pagi, (18/12).

Sebelum tewas, korban awalnya dianiaya oleh tersangka saat dirinya sedang terlelap di indekosnya, di Kabupaten Gowa.

Korban juga diketahui mengidap penyakit TBC. Sedangkan yany merupakan kekasihnya mengaku tidak cukup biaya untuk membeli obat, lantaran tersangka hanya berprofesi sebagai buruh bangunan. Tak ingin terbebani. Jumince pun tewas di tangan pacarnya sendiri.

“Pelakunya adalah Raymundus (32), dia merupakan buruh bangunan,” kata Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Sulsel, Supriyanto.

“Anggota mendapatkan informasi kalau pelaku di tempat kerjanya di daerah Taeng Gowa. Selanjutnya anggota menuju tempat kerja yang dimaksud dan berhasil mengamankan Raymundus,” tutupnya.

  • Paman Gorok Leher Keponakan Hingga Putus di Gowa

Peristiwa ketiga terjadi pada Senin (11/11). Dan ini adalah kasus pembunuhan terheboh dan paling sadis di Gowa selama 2019 dimana seorang pamannya sendiri tega memenggal kepala keponakannya hingga terpisah dari tubuhnya sejauh tujuh meter.

Tersangkanya bernama Haji Saju. Sebilah parang miliknya, Saju tega membunuh keponakannya Sampara dengan sadis.

Pembunuhan itu dilatar belakangi sengketa tanah di antara keduanya yang tak kunjung selesai.

Haji Saju pun telah diamankan di Polres Gowa telah menjalani rekonstruksi di halaman Mapolres Gowa, beberapa waktu lalu.

Untuk proses selanjutnya, penyidik masih melakukan pemberkasan atas kasus tersebut untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Berikan waktu untuk penyidik melakukan pemberkasan, agar kasus tersebut bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan lalu diadili,” kata Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Rabu (1/1/).

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI