Kajati Sulsel Kunker ke Kabupaten Pinrang

Kajati Sulawesi Selatan bersama Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Ketua DPRD Pinrang H Mutadin.

Kabarmakassar.com — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan dan Barat DR Firdaus Dewilmar melakukan kunjungan kerja dan silaturrahmi ke Kabupaten Pinrang yang digelar di Aula Kantor Bupati Pinrang, selasa (28/1).

Dalam kunjungan kerjanya, Kajati Sulsel dan rombongan bersilaturrahmi dan memberikan pengarahan umum kepada segenap pejabat Lingkup Pemkab Pinrang, di sambut langsung oleh Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Ketua DPRD Pinrang H Mutadin, Dandim 1404 Pinrang Letkol Arm Lukman Sasono, Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono, Kajari Pinrang Ayu Agung, serta unsur Forkopimda kabupaten Pinrang. Dihadiri Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Pinrang.

Dalam sambutan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mengucapkan selamat datang kepada Kajati Sulsel di Bumi Lasinrang. Ia juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kajati Sulsel atas kunjungan kerjanya di Pinrang.

Bupati Irwan Hamid menyampaikan di hadapan Kajati bahwa proses pembangunan di Kabupaten Pinrang saat ini telah berjalan dengan baik. Hal ini, kata Irwan, berkat kuatnya sinergi Pemerintah Kabupaten Pinrang dengan unsur Forkopimda Pinrang serta seluruh elemen masyarakat Pinrang.

Sementara itu, Kajati Sulselbar Firdaus Dewilmar menyebut kehadirannya selain bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten juga sekaligus memonitoring Kejari Pinrang. Dalam pemaparannya ia menyampaikan sejumlah pencapaian Kejati Sulsel, selama ia menjabat.

“Kejati sulsel berhasil ‘menyelamatkan’ aset pemerintah hingga Rp15 triliun. Seperti Stadion Mattoanging, Barombong, hingga Makkassar New Port,” katanya di aula pemkab Pinrang, selasa (28/1) sore.

“Instruksi Jaksa Agung dan Kapolri, agar kasus yang ditangani Kejaksaan benar-benar yang berkualitas. Tidak boleh ada kriminalisasi, tebang pilih. Bila perlu kalau turun ke lapangan bersama Polisi, TNI, dan Jaksa agar terjadi singkronisasi,” terangnya.

Selain itu Kajati juga menyinggung mengenai dibubarkannya Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kata Dia Meski bubar, fungsi pengawalan tetap dilaksanakan.

Terakhir kata Firdaus, kita membutuhkan sinergitas, kolaborasi dan koordinasi dengan baik antar lembaga. Pada muaranya, tercipta iklim perekonomian yang baik untuk kesejahteraan masyarakat.

“Untuk penegak hukum jangan berpura pura salah ‘gigit’, kalau ada yang seperti itu sampaikan sama saya, biarkan saya siapkan yang paling berbisa,” tegasnya.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Prisatno Panji L

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI