Kadus Ujung Bassi Mengaku jadi Korban Kesewenang-wenangan Kades

Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar,

KabarMakassar.com – Marwan Radjab, Kepala Dusun (Kadus) Ujung Bassi, Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, mengaku menjadi korban kesewenang-wenangan kepala desa (Kades) setempat.

Pasalnya, Marwan yang dicopot dari jabatannya oleh Kades Lengkese, Muh. Amin Muiz, mengaku tak tahu menahu apa penyebab ataupun kesalahan yang telah dilakukannya sehingga ia dipecat secara sepihak oleh sang Kades.

“Tidak ada pak, alasannya karena beda pilihan waktu Pilbup. Itu perintah dan desakan dari beliau,” kata Marwan, Rabu (29/4).

Yang lebih aneh, kata dia, berdasarkan tanggal yang tertera di Surat Keputusan (SK) pencopotannya sebagai kadus, surat tersebut sudah dikeluarkan sejak Januari 2020.

“Tapi kenapa baru diberikan ke saya bulan April, ada apa ini?,” ujarnya.

Sementara, Kades Lengkese, Muh Amin Muiz membenarkan bahwa Kadus Ujung Bassi yang telah ia copot memang tidak mempunyai pelanggaran.

“Tidak ada pelanggarannya. Pemecatan Kadus Ujung Bassi itu cuma karena istrinya juga bekerja di dalam satu Pemdes. Ini permintaan masyarakat karena sudah lama bekerja,” terang Amin Muiz.

Ia pun dengan tegas membantah jika keputusannya untuk mencopot Kades Ujung Bassi itu didasari karena adanya perbedaan pilihan pada pemilihan bupati beberapa tahun lalu.

“Karna itu ji suami istrinya. Bukan ji karena ada perbedaan pilihan. Karena beberapa masyarakat memberikan masukan, kenapa dia-dia ji di dalam, tidak ada mi orang lain,” ungkapnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI