Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Launching Perpustakaan Lorong Raudhah

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya S.H., M.H meaunching Perpustakan Lorong Raudhah Indonesia dan Pencanangan Wakaf Buku di Pesantran Lorong Raudhah Indonesia Perumaham Mangga Tiga Permai Blok B 17 Daya Makassar, Minggu (5/7).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Persaudaraan Muslimim Indonesia (Parmusi) Sulsel Drs. H. Abu Bakar Wasahua, M.M, Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.M, Pimpinan Pesantren Raudhah Indonesia Ustadz Rahim Mayau, S.Ag, plt.

Kemudian ada Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sulsel Nilma, S.Sos, M.M, Kepala Seksi Pengembangan dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Syamsuddin, S.S., M.M, Kepala Seksi Deposit Drs. Muh. Syahrir Razak, S.Sos., M.AP, Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos., M.A.

Juga hadir pustakawan senior Drs. H. Syahruddin Umar, M.M, PIC, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I, Duta Baca Sulsel Rezky Amalia Syafiin, S.H dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesemptan itu, Moh. Hasan Sijaya mengaku mengapresiasi keberadaan perpustakaan lorong yang sangat menunjang kegiatan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang dibangun dan dikembangkan oleh masyarakat dengan pola pembinaan tersendiri yang hanya ada di Kompleks Perumahan Mangga Tiga Permai.

“Pesantren lorong ini satu-satunya di Indonesia, yang digagas dan digerakkan dengan semangat yang luar biasa sehingga bisa terbangun di tempat ini,” kata Hasan Sijaya.

Hasan menegaskan, ada himbauan ada keinginan Bapak Gubernur Prof. Nurdin Abdullah. Kata dia, ketika nanti selesai menjadi Gubernur dalam satu periode, setidaknya sudah ada tercipta 2.600 perpustakaan.

“Sekarang ini kami sudah jalan, di Kota Makassar sudah ada beberapa titik, kemarin saya ke Maros dan di sana ada 10 titik, di Bone nanti kami berangkat lagi, di sana ada 10 titik, di daerah ada sekitar 55 titik, sehingga ada kurang lebih 70 titik dalam tahun ini sebelum perubahan,” jelasnya.

Ia mengaku punya mimpi akan memberikan sumbangsih keberadaan secara fisik pembangunan perpustakaan lorong. “Kalau perlu pengelola perpustakaannya diberikan insentif. Ini sekarang kami gagas dan kami bicarakan dengan DPRD,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Zultamzil

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI