Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Melonjak dari 4 menjadi 13, Ini Penyebabnya

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari.

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif virus Corona (Covid-19) di Sulsel melonjak drastis, dari yang sebelumnya 4 orang (1 meninggal, 3 dirawat) bertambah sebanyak 9 orang. Dengan begitu, total pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah sebanyak 13 orang.

Pengumuman penambahan julah pasien positif COvid-19 di Sulsel ini disampaikan langsung Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari, melalui video conference, Rabu (25/3) malam.

Tambahan 9 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 itu yakni: pasien 773, 774, 775, 776, 777, 778, 779, 780, dan 781.

Menurut Ichsan, tambahan 9 pasien positif ini adalah hasil dari pemeriksaan spesimen pasien yang dilakukan di Makassar, tepatnya di Laboratorium Universitas Hasanuddin (Unhas) di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Kemarin itu ada 29 spesimen yang diperiksa di Lab Unhas di RS Wahidin. Hasilnya. 9 diantaranya dinyatakan positif. Ini yang kita umumkan hari ini,” terang Ichsan.

Menurut Ichsan, hal ini juga lah yang membuat jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel terlihat mengalami lonjakan drastis.

“Jadi karena Lab kita di Makassar ini (Lab Unhas di RS Wahidin) sudah bisa melakukan tes sendiri terhadap spesimen para pasien PDP, jadi hasilnya bisa dengan cepat diketahui. Tidak menunggu lama seperti sebelumnya saat masih harus dikirim ke Jakarta untuk di tes disana,” jelasnya.

“Di Sulsel sudah ada dua Lab yang beroperasi mengetes spesimen pasien (diutamakan pasien dalam pengawasan/PDP), yakni Lab Unhas dan balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Ini salah satu upaya kita untuk bergerak cepat dalam meangani penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Ichsan, kesembilan pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19 itu tengah menjalani isolasi di tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Makassar.

“9 tambahan pasien positif baru ini menjalani isolasi di tiga Rumah Sakit (RS) di Makassar. 5 diisolasi di RS Wahidin, 1 di RS Unhas, dan 3 di RS Siloam. Secara total sampai hari ini, pasien positif yang dirawat di Sulsel itu ada 12 orang. Di Makassar ada 12 pasien dan Parepare1 pasien,” papar Ichsan.

Ichsan menegaskan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulsel bersama pemerintah kabupaten/kota juga terus melakukan upaya-upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel secara serius.

“Kita lakukan deteksi-deteksi di masyarakat, pelabuhan, bandara, termasuk melakukan penyiapan fasilitas dan peralatan penunjang RS. kita juga berikan pelatihan kepada para petugas tracing, agar lebih cepat dalam mendeteksi. Kalau kita melihat angka ODP dan PDP yang terus bertambah, inilah hasil dari tracing yang kami lakukan,” ujarnya.

Ichsan menambahkan, untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, sangat dibutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan social distancing atau phsycal distancing serta pola hidup bersih dan sehat.

“Jadi memang sangat dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari masyarakat supaya kita bisa sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ucaonya.

Sekadar diketahui, hingga Kamis (26/3) pukul 08.45 WITA, data terakhir yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel di laman covid19.sulselprov.go.id, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulsel ada sebanyak 158 orang (122 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 89 orang (81 masih dirawat, 8 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang).

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI