Jelang Musda, Sejumlah Petinggi Golkar Sulsel Bertemu di Pangkep

Sejumlah pengurus DPD 1 dan DPD II Partai Golkar Sulsel menggelar pertemuan di Kabupaten Pangkep, Kamis (19/3). (IST)

KabarMakassar.com — Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel, harmonisasi kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Nurdin Halid (NH) mulai tidak stabil.

Pada Musda Golkar Juli 2019 lalu menetapkan NH. Akan tetapi kepengurusan yang diajukan oleh NH belum di-SK-an oleh DPP Partai Golkar. Bahkan, terbaru NH ditarik ke DPP sebagai salah satu Wakil Ketua Umum DPP Golkar.

Seiring berjalannya waktu, muncul sebuah gerakan baru yang diinisiasi oleh sejumlah DPD II Partai Golkar dan diberi nama Golkar Pembaharu. Hal ini kemudian menimbulkan wacana perlawanan terhadap NH sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel.

Terbaru, sejumlah pengurus DPD I Golkar Sulsel melakukan pertemuan dengan Ketua dan Sekretaris DPD II serta sejumlah organisasi sayap Partai Golkar di Pangkep. Pertemuan yang digelar Kamis (19/3) ini difasilitasi oleh Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin Hamid.

Beberapa pengurus DPD I Golkar Sulsel yang hadir pada pertemuan tersebut, antara lain: Arfandy Idris, Irwan Muin, Kadir Halid, Rusmi Kasman, Suastusi Amir, Imran Tenri Tata, Aksara Alif Raja, Maqbul Halim, dan sejumlah pengurus lainnya.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Pangkep, Rahmat Nur yang ditanya terkait pertemuan itu, tidak mau berkomentar. Ia mengaku jika hal itu bukan ranahnya untuk berbicara.

“Iya jangan mi saya, hubungiki DPD I,” kata Rahmat Nur, Kamis (19/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki. Bahkan, bakal calon Bupati Bulukumba itu meminta untuk menghubungi pengurus DPD I Golkar Sulsel.

“Silahkan hubungi Jubir Pak Risman Pasigai,” ujarnya.

Golkar Jadi Perbicangan “Tetangga

Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD I Golkar Sulsel, Maqbul Halim mengatakan bahwa kegiatan yang dihadirinya itu adalah undangan dari Syamsuddin Hamid. Ia mengaku pertemuan itu adalah undangan acara ulang tahun dari Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid.

“Maka ramai-ramailah yang sempat ke sana, ada juga yang tidak sempat datang ke sana. Jadi tidak ada pertemuan, hanya menghadiri undangan makan ikan bakar,” kata Maqbul, Kamis (19/3).

Menurut Maqbul, tidak semua Ketua DPD II hadir dalam acara tersebut. Menurut dia, yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua DPD II Golkar Makassar, Maros, Barru, Sidrap, Bulukumba, Luwu Utara, Sidrap, Wajo, Luwu Timur.

Selain itu, ada juga sejumlah Sekretaris DPD II Golkar yakni Selayar, Jeneponto, Gowa, dan Pinrang. Perihal siapa yang diundang, Maqbul tidak mengetahui karena yang mengundang adalah tuan rumah, yakni Syamsuddin Hamid.

“Ini kami tidak tahu siapa yang diundang Pak Bupati, yang saya sebutkan itu yang saya liat saja secara langsung di sini. Ada juga beberapa pengurus DPD I yang hadir. Kalau Pak NH itu masih di Jakarta jadi tidak hadir,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai pembahasan pada pertemuan itu, politisi asal Wajo ini mengatakan hanya pertemuan biasa. Ia juga mengaku tidak ada pembahasan mengenai Musda Golkar atau calon yang akan diusung pada Musda.

“Tidak ada pembahasan soal Musda atau soal siapa yang akan diusung karena kami hanya menghadiri undangan saja,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, ada sejumlah wacana yang menarik. Salah satunya terkait menjaga wibawa Partai Golkar sehingga tidak menjadi perbincangan tetangga. Ia mengatakan bahwa jika bukan kader, siapa lagi yang akan menjaga wibawa Partai Golkar.

“Bahwa kita semua ini yang bisa menjaga wibawa Partai Golkar, tidak mempermalukan Partai Golkar dari luar. Dan usah saya sebut siapa yang mengatakan tapi katakan saja bahwa ini dari keterangan saya,” jelasnya.

Kata Maqbul lagi, bahwa kader Golkar yang hadir tidak berubah dalam menjaga marwah Partai Golkar. “Kita harus dewasa tidak saling mempermalukan kemudian membawa kekecewaan di dalam Golkar, keluar dari Golkar sehingga jadi perbincangan tetangga,” pungkasnya.

NH Terkendala Restu DPP

Pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan saat ini Golkar Sulsel mengalami masa transisi kepemimpinan. Karena itu, kata Adi, wajar ketika terjadi polarisasi kader dalam mengusung bakal calon pada Musda.

“Semakin banyak tokoh yang muncul maka semakin banyak kubu dan polarisasi kader. Transisi kepemimpinan atau suksesi di partai politik itu kalau yang sudah tidak menjabat maka mencalonkan diri atau dicalonkan,” kata Adi.

Walau demikian, kata dia, kekuatan dan pengaruh NH masih kuat karena merupakan perpanjangan DPP untuk melaksanakan Musda. Namun, kendalanya bagi NH adalah restu dari DPP.

“Tapi lagi-lagi itu soal restu DPP, kan itu sudah terbukti. Dan memang cenderung DPP menginginkan NH menyerahkan komando Golkar Sulsel kepada orang baru. Maka alternatifnya adalah NH menyiapkan kader untuk didorong maju dengan sejumlah komitmen politik,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Sofyan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI