Jelang Idul Qurban, Pemkot Makassar Gencar Sidak Sapi

Sapi Qurban [Foto: imran Alrief]

Kabar Makassar– Jelang hari raya Idul Qurban 1438 H Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar memulai pemeriksaan Kesehatan dan kelayakan Hewan qurban yang diperjualbelikan dalam wilayah kota Makassar.

Tim petugas pemeriksaan hewan qurban yang terbagi atas 5 tim yang menyebar di 14 kecamatan dan 1 tim laboratorium. Tahun ini 2017 ini dinas perikanan dan pertanian Makassar melibatkan 200 orang petugas yang terdiri dari 42 pertugas teknis peternakan DP2, 100 orang dari gabungan Program Pendidikan Dokter Hewan dan Program Studi Kedokteran Hewan Unhas, serta bantuan dari Perhimpunan Dokter Hewan (PPDH) Sulawesi Selatan dan Barat.

Pemerikasaan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan menghilangkan keraguan akan hewan qurban yang akan kita diqurbankan tersebut layak dan telah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan qurban. Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah syarat menurut kesehatan hewan dan syarat berdasarkan syariat.

Kepala DP2 Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan pemeriksaan ini juga dilakukan guna memastikan hewan hewan qurban tersebut terbebas dari penyakit menular seperti antrax.

Baca juga :   Makassar Jadi Gerbong Peredaran Narkoba

Setiap satu ekor hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan layak akan diberikan satu Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHQ) berwarna merah muda dan diberi tanda pada tanduknya dengan nomor sesuai SHKKQnya.

Sementara yang tidak layak tidak diberikan SKKHQ, pada saat itu juga dilakukan pengambilan sampel darah ternak secara acak, kemudian diperiksa di Laboraturium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DP2 Makassar dan di mobil Animal Care (Laboratorium mobile).

Abd Rahman Bando juga menjelaskan jika pada hewan terdapat tanda tanda mengidap penyakit maka akan langsung mendapat penanganan atau tindakan berupa isolasi dan diberi pengobatanSelain kesehatan hewan secara medis, syarat hewan qurban yang layak seperti :

1. Sehat berdasarkan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan dibawah pengawasan dokter hewan.
2. Tidak cacat (pincang, buta, mengalami kerusakan telinga)
3. Cukup umur, a. Kambing/domba berumur diatas 1 (satu) tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap, b. sapi/kerbau  berumur diatas 2 tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasaang gigi tetap
4. Tidak kurus,
5. jantan, tidak dikebiri, buah zakar masih lengkap 2 buah, bentuk dan letaknya simetris.

Baca juga :   Berita Foto: Jelang Pomnas ke - XV

Selain menuju lokasi target pemeriksaan, tim juga menerima permintaan pemeriksaan dengan mengajukan permohonan pemeriksaan ke dinas. Sesuai target lokasi Terkait menjamurnya pedagang hewan dipinggir-pinggir jalan yang merusak estetika kota.

Rahman menegaskan bahwa timnya tidak akan melakukan layanan pemeriksaan hal ini untuk mendukung program Makassarta Tidak Rantasa (MTR),  Ia juga berharap masyarakat tidak membeli sapi di pinggir jalan yang tidak diperiksa.

Berikut rekapitulasi total pemeriksaan kesehatan hewan qurban 1438H/2017M. Hari  pertama 25 Agustus 2017.

Sapi  :Populasi       : 544 ekor
Layak                       : 483 ekor
Tidak layak             :  61 ekor
Tidak layak karena: 57 ekor
Tidak cukup umur, 2  ekor katarak, 2 ekor cacat telinga.
Kambing : pop       : –
Layak                       : –
Tidak layak             : –

Baca juga :   Makassar Bakal Miliki Pusat Pengembangan Keahlian Cegah Pengangguran

Jumlah pengambilan sampel Darah sebanyak :  67 sampel
Jumlah kartu terpakai =  483 kartu.

Tim ini juga akan melakukan pemeriksaan hewan kurban dalam dua tahap yakni pemeriksaan Antemortem yaitu pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dilakukan pemotongan,  dan Postmortem yaitu  pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan.

Hewan yang sehat secara klinis, yakni tidak cacat, hidung normal, mata normal, jantung dan paru-paru juga normal. Sementara itu, untuk pemeriksaan postmortem dilakukan dengan sasaran pemeriksaan meliputi kondisi hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal dan organ bagian dalam hewan.(RLS)

[divider sc_id=”sc1455228135672″]divider-3[/divider]