Jangan Lupakan Kekerasan Terhadap Ketua PPDI Bone

Aksi Kamisan Makassar keenam pada hari ini (11/01/2018)

KabarMakassar.Com — Kekerasan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) kembali dialami oleh ketua PPDI Bone, Andi Takdir (30).

Dikutip dari rilis Aksi Kamisan Makassar, Andi Takdir kembali mendapatkan tindakan kekerasan menyusul perjuangannya dalam membela HAM, saat itu Takdir berusaha memprotes tindakan sejumlah anggota Satpol PP Bone yang membubarkan aktivitas menari salah satu komunitas di Lapangan Merdeka Watampone.

Akibatnya, Takdir dikerumuni oleh oknum Satpol PP dan disiksa hingga mendapat pukulan dibagian belakang kepala Takdir yang merupakan penyandang disabilitas daksa kinetik.

Tidak berhenti disitu, awal Januari tepatnya 5 januari 2018, Takdir kembali diteror oleh orang tidak dikenal.

Rumahnya di Bobe dilempari batu yang berukuran lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa, disusul tiga hari kemudian pada 8 Januari 2018 Takdir kembali diteror dengan orang tidak dikenal yang berteriak di dekat rumahnya sambil mengucapkan ancaman penculikan.

Baca juga :   Natal Berjalan Damai, Walikota Danny Apresiasi Kekompakan Forkopimda

Aksi Kamisan Makassar Kembali menuntut dan memberikan pernyataan sikap untuk keadilan yang dialami oleh Takdir dan kekerasan pada difabel.

Aksi Kamisan Makassar keenam pada hari ini, 11 Januari 2018 mempunyai beberapa tuntutan yang akan disuarakan didepan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Berikut tuntuan Aksi Kamisan Makassar:

1. Kami turut prihatin atas upaya-upaya menekan atau teror yang menimpa Andi Takdir

Baca juga :   Pembekalan Duta Humas Kota Makassar Libatkan Jurnalis Senior

2. Mengecam keras tindakan oknum pelaku maupun otak di balik kasus pelemparan rumah Andi Takdir. Termasuk terhadap pelaku yang berteriak mengancam akan menculik Takdir beberapa hari lalu.

3. Kami mendesak Polres Bone segera mengungkap pelaku dan otak yang memerintahkan pelemparan rumah Andi Takdir, termasuk yang mengancam akan menculik korban.

4. Mendesak Polres Bone serius melanjutkan proses hukum oknum Satpol PP Bone yang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya Andi Takdir hingga berkas dan tersangkanya dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteruskan ke pengadilan setempat.

5. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diharapkan ikut bertindak dengan melindungi Andi Takdir.

6. Meminta Polres Bone tidak memberikan penangguhan penahanan kepada oknum Satpol PP yang telah menganiaya Andi Takdir.

Baca juga :   BPOM RI : Waspada Peredaran Obat Ilegal

7. Meminta Bupati Bone menunjukkan keseriusannya mengevaluasi dan memberi sanksi oknum Satpol PP Bone yang telah menganiaya Andi Takdir.

8. Mendesak Satpol PP Bone bertindak profesional dan mengedepankan langkah-langkah yang menghargai HAM dalam penegakan aturan.

9. Stop kekerasan dan diskriminasi terhadap para difabel di manapun.(*)

Penulis: Muhammad Fajar Nur