Jangan Coba-coba Merokok Sembarangan di Kantor Bupati Selayar, Ini Alasannya

Kabarmakassar.com  Kabupaten Kepulauan Selayar akhirnya resmi memberlakukan Peraturan Daerah tentang larangan merokok, Perda tersebut berlaku sejak Senin, 08 Januari 2018.

Berdasarkan peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2017 tentang larangan merokok,  maka pelarangan itu diberlakukan untuk kantor – kantor pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Misalkan, di kantor Bupati Kepulauan Selayar. Dimana telah disediakan ruangan khusus untuk merokok sehingga dilarang merokok di dalam gedung atau disembarang tempat di area Gudung Bupati Selayar.

Bahkan untuk mengindahkan peraturan pelarangan ini, beberapa kantor dinas  di Kabupaten Kep. Selayar ini sudah memberlakukannya mengikut dengan sanksinya bagi yang melanggar, seperti di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di Kantor Satpol PP dan Damkar.

Hal itu dibenarkan oleh Kasat Pol PP Drs. Ahmad Aliefyanto saat dikonfirmasi terkait penerapan perda tersebut. “Iya, kami sudah berlakukan sejak beberapa bulan terakhir bahwa dilarang merokok selama didalam kantor.” kata Drs Ahmad Aliefyanto, Kasat Pol PP Kepulauan Selayar.

“Dan bagi perokok silahkan di area bebas merokok yang telah disiapkan, jika ada yang langgar maka akan disanksi dengan denda.  Dan kalau melanggar lagi akan diproses ke jalur hukum sebagai pelanggar perda,” tegas Aliefyanto.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, kawasan area smoking itu ternyarata diberlakukan juga di tempat-tempat umum tidak hanya di area Kantor  Bupati saja.

Tetapi, berlaku juga di rumah sakit, sekolah-sekolah dan sarana transportasi umum. “Ini menjadi perhatian lebih dari kami sebagai pengawal dan penegak perda,” ujarnya.

Diketahui Perda Larangan merokok ini sudah hampir setahun disosialisasikan dengan melibatkan berbagai pihak. Perda ini diharapkan bisa diterapkan secara maksimal mulai tahun ini.

Selain karena mengganggu kesehatan, perda ini lahir sebagai wujud dari capaian daerah Selayar sebagai salah satu daerah Kabupaten Sehat. (*)

Penulis Suharlim Syamsuddin

Baca juga :   DPO 4 tahun, Notaris Ini Akhirnya Tertangkap