Jalan Penghubung Pinrang-Sidrap Rusak, Bupati Irwan Surati Pemprov

Jalan Poros Kabupaten Pinrang - Rappang, Kabupaten Sidrap di Kelurahan Fakkie, Kec. Tiroang, Kab. Pinrang (Foto: Rudi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Jalan penghubung antar Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan sekitar kurang lebih 20 Kilometer. Kini kondisinya rusak cukup parah dan memprihatinkan. Hal ini terus dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang sangat rawan kecelakaan dan lambatnya aktivitas transportasi di jalan penghubung kedua kabupaten itu.

Dari pantauan KabarMakassar.com di lapangan, kerusakan jalan poros Pinrang – Rappang, Sidrap itu terbilang cukup parah khususnya di Kelurahan Fakkie Kecematan Tiroang Kabupaten Pinrang. Membuat pengendara yang melintas harus extra berhati-hati, pasalnya jalan tersebut berlubang dan bergelombang baik disisi kanan maupun sisi kiri badan jalan.

“Iye pak, sudah lama sekali rusaknya. Tahun ini cukup parah,” Kata Ami salah seorang warga sekitar, kepada KabarMakassar.com, Jum’at (19/6).

Ia mengatakan sering terjadi kecelakaan pengendara roda dua ketika melintas baik siang maupun di malam hari, akibat menghindari lubang.

“Sering jatuh motor disitu, siang, malam juga akibat dia menghindari lubang. Bukan hanya lubang tapi jalannya juga bergelombang,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, mengaku pihaknya sudah melakukan penyuratan ke Pemerintah Provinsi Sulsel, “Kami telah menyurat dua kali ke provinsi agar jalan poros Pinrang – Rappang ini segera diperbaiki, karena kondisinya sudah cukup parah,” kata Irwan Hamid Bupati Pinrang, Jum’at (19/6).

Menurut Irwan Hamid jalan poros Pinrang Rappang ini sangat vital dalam berbagai sisi, khususnya lalu lintas ekonomi dikedua kabupaten yang menjadi penyanggah pangan nasional. Oleh karenanya harus menjadi atensi dan perhatian utama dari Pemerintah provinsi Sulsel untuk segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh.

Walaupun begitu lanjut Irwan Hamid, pembangunan fisik khususnya infrastruktur terkendala akibat pandemi Covid-19. Namun pihaknya berkewajiban untuk menyampaikan kepada Pemprov atas kondisi jalan poros tersebut untuk segera diperbaiki.

”Kami tidak punya pilihan lain kecuali menyampaikan dan menyurat ke Pemprov agar jalan antar Pinrang Rappang itu mendapat perhatian secepatnya, karena memang bukan kewenangan Pemda untuk melalukan perbaikan,” terangnya.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI