Jadi Narasumber, Disnaker Makassar Tekankan IMTA

Kabar Makassar– Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar menjadi narasumber dalam Sosialisasi Izin Tinggal Warga Negara Asing (WNA) yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I makassar, di Hotel Clarion Makassar. Kamis, 18 Mei 2017.

Hadir mendampingi Kadisnaker, Kabid Penempatan TK dan Perluasan Kesempatan Kerja, Andi Rahmat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan menjelaskan, sosialisasi ini adalah tindaklanjut pertemuan pihaknya dengan Kantor Imigrasi Kelas I Makassar beberapa waktu lalu. Selain izin tinggal WNA, indikasi pemalsuan IMTA (Izin Memperpanjangan Tenaga Asing) tidak lupa ia tekankan dalam agenda sosialisasinya.

Baca juga :   Ini Pesan SYL di Hari Korban 40.000 Jiwa

“Jadi Disnaker dan Imigrasi terus berkoordinasi dan meningkatkan pengawasan dan memperketat tebitnya surat-surat izin perpanjangan bagi tenaga asing,” jelasnya.

Diketahui, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengeluarkan beleid baru penggunaan pekerja warga negara asing. Diundangkan pada 30 Desember 2013, Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenakertrans) No. 12 Tahun 2013 mengatur tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Permenakertrans ini menggantikan beleid serupa yang terbit 2008 silam.

Salah satu aturan baru yang berbeda dari Permenakertrans No. 2 Tahun 2008 adalah pemberi kerja bagi TKA. Beleid terbaru, perusahaan pemberi kerja harus berbadan hukum. Kalaupun ada pengecualian buat badan usaha bukan badan hukum, harus dinyatakan dalam undang-undang.

Baca juga :   OPD KB Cari Solusi Entaskan Kemiskinan

Larangan itu tertera dalam Pasal 4 Permenakertrans No. 12 Tahun 2013. Rumusannya begini: Pemberi kerja TKA yang berbentuk persekutuan perdata, firma (Fa), persekutuan komanditer (CV), dan usaha dagang (UD) dilarang mempekerjakan TKA kecuali diatur dalam undang-undang. Rumusan ini berarti CV, UD, atau Firma hanya boleh menggunakan TKA jika diatur dalam undang-undang.

Baca juga :   Peserta Diklatpim IV Belajar Pengelolaan Bank Sampah

Permenakertrans baru bisa menutupi kekurangan beleid sebelumnya, apalagi dalam rentang waktu 2008-2013 banyak perubahan terjadi di masyarakat, yang memungkinkan penggunaan TKA semakin banyak. Berlakunya kerangka perdagangan bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN diyakini semakin meningkatkan kebutuhan atas pekerja asing.(*)

[divider sc_id=”sc402147709251″]divider-3[/divider]

[team layout=”2″ staff=”489″ sc_id=”sc309305956432″]