News

Istri Meninggal, Bayi Tertahan di Rumah Sakit

Istri Meninggal, Bayi Tertahan di Rumah Sakit

Kabar Makassar --- Bayi beberapa hari dengan lahir prematur harus tertahan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa 27 Juni 2017. Setelah ditinggal pergi Ibunya yang meninggal usai melahirkan bayi perempuan itu.

Naas bagi Asdar, ayah bayi itu yang mengaku tidak mampu membayar biaya rumah sakit dan jasa inkubator bayi itu senilai Rp65 juta di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo.

"Saya tidak tahu mau ambil uang dari mana pak. Mungkin biayanya sudah sampai Rp70 juta sekarang. Saya ini bukan pegawai atau pengusaha. Kerja saya hanya bertani di kampung," kata pria kelahiran 1979 itu.

Belum lagi, lanjutnya pria ini harus mengurus jenazah istrinya yang meninggal setelah bayinya lahir prematur (+-7 bulan) pada Rabu, 5 juni 2017 lalu.

Seorang Ayah asal Kolaka Utara ini menceritakan jika dirinya merujuk istrinya untuk berobat di Makassar akibat Rumah Sakit di kampungnya tak bisa menangani penyakit istrinya.

"Saya rujuk istri ke Makassar. Karena ada penyakitnya yang tidak bisa ditangani rumah sakit di sini," ucap Asdar saat dihubungi Kabar Makassar melalui ponselnya Selasa, 27 Juni 2017.

Dirinya mengaku, biaya perawatan anaknya terus bertambah sejak dia mengurus BPJS Kesehatan di Kolaka. Namun, BPJS yang diurusnya ternyata tidak bisa di proses karena sejak istrinya mengandung tidak pernah didaftarkan ke BPJS.

"Pengurusan BPJS berlaku selama 12 hari. Saya tidak bisa menggunakan karena tidak dilaporkan sejak anak saya di kandungan," tuturnya.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit terus meminta Asdar, ayah bayi perempuan itu untuk segera menandatangani surat penyelesaian tagihan perawatan dan jasa yang terus membengkak setiap harinya.

Asdar mengaku sudah putus asa dengan biaya persalinan dan perawatan anaknya sehingga dia membutuhkan uluran tangan masyarakat.

Apalagi dia mengaku sulit mendapatkan pinjaman karena keluarga dan orang terdekatnya juga membutuhkan dana untuk hari raya Idul Fitri dan persiapan biaya anak sekolah.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close