News

Inovasi Teknologi Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Kopi Indonesia

Inovasi Teknologi Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Kopi Indonesia

Kabar Makassar -- Workshop Forum Kerjasama Industri (08/08) yang bertajuk “Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Kopi Indonesia.” Dibuka oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Eniya L. Dewi, dengan keynote speech: Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.

Workshop Forum Kerjasama Industri sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hakteknas ke-22 diselenggarakan atas kerjasama BPPT dengan Kemenristekdikti, membahas berbagai hal terkait masalah perbibitan, budidaya, teknologi produksi, tata niaga, pengembangan agrowisata berbasis klaster inovasi, peluang kerjasama riset dan inovasi perkopian dan kebijakan/regulasi perkopian di Indonesia.

Hadir sebagai sebagai Narasumber antara lain: Yusuf Limbongan (UKI Toraja), Agung Eru Wibowo, Sutardjo dan Gigih Atmaji (BPPT), Anton Adibroto (Universitas Tanri Abeng), S. Paembonan (Unhas), Daud Malamassam (Rektor UKI Toraja). Diskusi dipandu oleh fasilitator: Idwan Suwardi (UI) dan Yunus Musa (Unhas). Peserta berasal dari: Unsur Pengusaha/Eksportir Kopi, Asosiasi Petani Kopi, Akademisi, Praktisi, Penikmat Kopi, SKPD Toraja dan Toraja Utara, Balitbangda, Perekayasa BPPT, Unit Kerja Kemenristekdikti, Konsultan Inovasi, Pengurus Koperasi Kopi, Pemilik Gerai Kopi dan Tokoh Masyarakat.

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe menuturkan bahwa ke depan, peran Pemda didorong untuk mendesain kebijakan daerah dalam bentuk regulasi, roadmap dan dokumen RPJMD agar lingkungan usaha kopi lebih kondusif, dukungan insentif untuk start-up dan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat. Peran Perguruan Tinggi/lembaga penelitian lebih fokus menciptakan invensi, inovasi, teknologi dan membangun kapasitas SDM.

Peran Dunia Usaha/Industri adalah melakukan proses pengolahan menjadi produk kopi yang bernilai tambah, berperan sebagai industri inti, pemasok, pengguna produk (pembeli), dan Lembaga Pembiayaan hadir sebagai stimulan insentif penguatan kapasitas produksi petani kopi.

Kegiatan Workshop ditutup oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule. “Komoditas kopi merupakan hasil perkebunan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tren permintaan pasar yang terus meningkat ini belum diimbangi dengan produktivitas dan kemampuan produksi dalam negeri untuk menghasilkan kopi berkualitas dalam jumlah yang mencukupi,” jelas Ophirtus sesaat sebelum menutup Workshop .

Penulis: Bahrang Andan
Foto: oleh Bahrang Andan

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close