Ini Tanggapan IMB Terkait Polemik Ukiran Toraja di Karpet Hotel

Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani. [Foto: Imran Arief]

KabarMakassar.com — Pengusaha Property Sulawesi Selatan, Idris Manggabarani atau dikenal dengan IMB turut berkomentar terkait polemik ukiran Toraja yang terdapat di karpet salah satu hotel di Kota Makassar.

Idris menuturkan bahwa ukiran Toraja yang terdapat di salah satu hotel di Makassar tersebut bukan ukiran Toraja.

“Tidak ada yang menyangkut mengenai suku di karpet tersebut, dan itu bukan ukiran Toraja” tegasnya kepada jurnalis KabarMakassar.com hari ini melalui sambungan telfon.

Baca juga :   Ini kata Kabid Promosi Disbudpar Sulsel Soal Ukiran Toraja Di Karpet Hotel

Politisi Partai Gerindra Sulsel ini melanjutkan bahwa tidak ada sebenarnya unsur ukiran Toraja dalam karpet hotel tersebut dan tidak ada unsur kedaerahan dalam karpet tersebut.

“Tidak ada unsur yang menyatakan unsur Toraja, itu hanya model karpet saja,” lanjutnya

Dia mencontohkan marmer-marmer di Eropa yang dipakai di seluruh dunia tapi tidak ada yang mempermasalahkan pemakaian tersebut.

“Contohnya marmer Eropa yang telah mendunia dan dipakai oleh semua kalangan tapi tidak ada yang mempermasalahkannya” tutupnya.

Baca juga :   Foto: Aksi Penolakan Kebijakan Donald Trump di Makassar

Dikabarkan sebelumnya pelaku budaya dan masyarakat adat Toraja Belo Tarran mengkritik ukiran lokal Toraja yang dijadikan motif sebagai interior di lantai Hotel Four Point Makassar.

Belo Tarran mengatakan ukiran Toraja tidak etis jika dijadikan lantai dasar di hotel tersebut. Pasalnya ukiran Pa’barana tersebut memiliki makna sakral bagi orang Toraja.

“Semua ukiran Toraja sebagai simbol dari Tallu Lolona (Lolo tau-lolo tananan-lolo patuan) semuanya itu terikat dalam satu dalam Tongkonan. Jadi kurang etis jika ukiran Toraja dijadikan karpet dan diinjak para pengunjung hotel tersebut,” kata Belo.

Baca juga :   Video: Gaya Deng Ical Lantunkan Lagu Iwan Fals

Penulis Enggra Mamonto