Ini Penyebab Resahnya Masyarakat Nelayan Galesong

Masyarakat Nelayan Galesong melayangkan protes terkait reklamasi pantai di CPI

Kabar Makassar — Masyarakat Nelayan Galesong mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menghentikan kegiatan penambangan pasir terkait proyek reklamasi Centre Point of Indonesia (CPI).

Ketua Divisi Advokat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel Muhammad Al Amien mengatakan, kegiatan penambangan pasir yang mengakibatkan kegaduhan masyarakat Galesong Utara, Galesong Selatan, Galesong Raya dan Sanrobone akibat dari reklamasi di berbagai tempat di Kota Makassar.

Baca juga :   Dokumen Kerjasama Australia Hilang, Ini Penjelasan Pemkot

“Tak dipungkiri, yang menjadi akibat utamanya adalah reklamasi CPI,” ujar Al Amien, di Hotel Colonial Makassar, Kamis 22 Juni 2017.

Lanjut Al Amien, untuk meredakan emosi warga, mewakili warga ia meminta Pemprov Sulsel segera menarik kapal penambang pasir yang selama ini beroperasi.

“Kita meminta agar kapal pemrakarsa, atau kapal kapal penambang itu segera hengkang dari tempat penambangan yakni di Galesong Raya dan Sanrobone,” katanya

Baca juga :   Gubernur Lantik Syamsari - Ahmad Dg Se're

Al Amien menegaskan, Pemprov Sulsel segera memerintahkan kapal Boskalia penambang pasir segera meninggalkan Galesong Raya.

“Kami mendesak Gubernur Sulsel memerintahkan kapal Boskalis untuk segera meninggalkan Galesong Raya karena hal tersebut telah membuat gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

[divider sc_id=”sc1266323911548″]divider-3[/divider]

[team layout=”2″ staff=”485″ sc_id=”sc1066752580189″]