Ini Kronologis Kasus Penculikan Anak di Makassar

Ilustrasi (Ist.)

KabarMakassar.Com — Pagi ini penculikan anak baru saja terjadi di Jalan Pendidikan Raya Blok F 11 Nomor 12, Kota Makassar. Bahan Keterangan (Baket) ini diperoleh dari hasil laporan yang mengatasnamakan Wakapolsekta Rappocini.

Pada tanggal 09 januari 2018 pukul 11.00 wita telah terjadi penculikan seorang anak A.n. Hanum (1,5) yang dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan menggunakan kendaraan jenis Avanza hitam yang saat ini masih belum diketahui nomor polisinya.

Menurut keterangan dari saksi, Bu Etik sekitar pukul 10.45 wita salah seorang perempuan sempat menelpon dan menyampaikan bahwa ada barang yang mau di antar kerumah korban sehingga korban tidak merasa curiga karena selama ini memang selalu ada kiriman barang dari Kabupaten Bone.

Baca juga :   Warga Makassar dan Rohingya Kompak Gelar Doa Keselamatan

Kemudian pada pukul 11.00 wita pelaku tiba di TKP dengan menggunakan kendaraan R4 jenis Avanza warna hitam dan kendaraan tersebut langsung masuk di garasi rumah disusul 2 orang laki-laki yang tidak dikenal yang turun dari mobil tersebut.

Mereka mengantar 1 dos barang yang di duga barang tersebut adalah kiriman dari kabupaten Bone.

Baca juga :   Agenda Pemkot Makassar 10 Juni 2017

Setelah pelaku tiba di dalam rumah, kedua orang laki-laki tersebut mendekati Etik dengan memborgol tangan korban serta melakban mulut korban dengan menggunakan lakban warna hitam.

Setelah mulut dan tangan korban sudah dalam keadaan tertutup dan terborgol, pelaku langsung menggendong anak tersebut dan dinaikkan keatas kendaraan kemudian langsung kabur meninggalkan tkp. Adapun ciri-ciri pelaku:

  • Menggunakan kendaraan jenis Avanza warna hitam nomor polisi belum di ketahui.
  • Pelaku berjumlah 3 orang dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Baca juga :   Danny Sapa dan Berbagi Cerita Dengan Para Siswa TK

Kasus ini sementara dalam penanganan polsekta rappocini Kota Makassar untuk dilakukan penyelidikan oleh Polsekta Rappocini.(*)

Penulis: Muhammad Fajar Nur