Ini Daftar Obat "G" Yang Ditemukan Dinkes Makassar saat Sidak

Ini Daftar Obat "G" Yang Ditemukan Dinkes Makassar saat Sidak

Ini Daftar Obat “G” Yang Ditemukan Dinkes Makassar saat Sidak

Kabar Makasssar -- Puluhan daftar obat "G" ditemukan disalahsatu apotik di kota Makassar, hasil sidak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar, BPOM dan beberapa unsur terkait.

Untuk diketahui sebelumnya terdapat obat yang masuk dalam daftar G dijual tanpa resep, adanya obat yang dijual dalam keadaan kadaluarsa, serta obat-obatan yang rusak dan adanya obat-obatan yang dibuat dalam bentuk paket dengan kemasan yang dilepas.

Apotik yang disidak merupakan apotik yang kerap mendapatkan teguran dari Dinkes Kota Makassar, dimana apotik tersebut terletak di jl Gunung Salahutu No.5 Makassar yaitu, Apotik Ivan Farma. Sebelumnya diketahui bahwa apotek bersangkutan telah diberikan peringatan untuk tidak lagi menjual obat dalam daftar G tanpa resep sampai pada teguran yang ketiga didapati temuan baru yakni pelayanan apotek bukan orang yang berkompeten dibidangnya maka dari itu pihak apotek mendapatkan sanksi tegas dari PTSP (Pelayanan Terpadu satu Pintu) bidang izin klinik dan apotik yakni berupa sanksi pencabutan SIPA (surat izin praktik) pada pihak apoteker dan surat izin apotiknya sendiri.

Berikut jenis obat yang didapati Dinkes Makassar dan BPOM saat dilakukan sidak pada hari ini, Selasa, 10 Oktober 2017;

1. Valisanbe
2. Clobasom
3. Alplazolam
4. New mercazole 4 bh
5. Niao xiau wan 3 dos
6. Compion 7 bks
7. Prednison gd 1 kaleng
8. Neo mercazole 2 bh
9. Obat paket pxooxicam 53 bks
10. Obat china tidak terdaftar 2
11. Phenibatazon 32 bks
12. Obat oranye 5 bks
13. Obat rusak 7 bks
14. Zlf. Tanpa nama 11 buah

Salman selaku Ketua Ikatan Apoteker Indonesia cabang Makassar yang ikut dalam sidak menegaskan aturan dalam penjualan obat daftar G yaitu, seluruh toko obat tidak boleh ada yang menjual obat dengan daftar G kecuali obat daftar G yang memiliki lingkaran hijau dan biru itu bisa dijual bebas tapi terbatas. Boleh menjual bebas tapi terbatas jumlahnya sesuai kebutuhan si pembeli. Sangat dilarang toko obat menjual amoxilin, ampicilin dan asam mefenamet secara bebas tanpa resep.

Selain itu ia menegaskan bahwa sesuai aturan uu kesehatan no 36 tahun 2009 barang siapa yang memberikan pelayanan tanpa kewenangan diancam hukuman penjara.

"Ada obat bisa dilayani dengan resep itu namanya obat daftar G atau obat keras dan hanya boleh dilayani dengan resep, ada juga obat wajib apotik bisa diberikan tanpa resep tapi masuk di daftar obat wajib apotik dan itu harus diberikan oleh apotekernya langsung bukan diberikan oleh asisten pendamping atau orang yang tidak berkompeten dibidangnya. pada saat pemberian obat itu apoteker wajib memberikan informasi cara minumnya, bagaimana dosisnya, kapan diminum, berhenti kalau sudah tidak terasa sakit, itu semua harus dijelaskan oleh apoteker bukan orang yang tidak punya kompetensi.” tuturnya.

Lebih lanjut ia menganjurkan kepada seluruh masyarakat agar menuntut pelayanan apoteker ketika ke apotik.

"Perlu mensosialisasikan dan mengedukasi ke masyarakat harus ngerti bagaimana pada saat ke apotik pada saat mendapat pelayanan harus kritis, harus minta apoteker yang layani pada saat menyerahkan resep, jangan lagi ada orang-orang yang tidak punya latar belakang farmasi melayani. kita sadari apoteker memang ada keterbatasan dl hal praktek, kita harapkan paling tidak kehadiran di apotik ada tuntutan seorang apoteker sebagai penanggung jawab. Kalaupun tepaksa tdk hadir maka diharapkan apotiknya tidak memberikan pelayanan resep tanpa apoteker" tutupnya.

Penulis: Sriwaty Ilyas

 

Redaksi

Related Articles

Berita Foto: Jelang Pomnas ke - XV Berita Foto: Jelang Pomnas ke - XV Berita Foto: Jelang Pomnas ke - XV Berita Foto: Jelang Pomnas ke - XV

Berita Foto: Jelang Pomnas ke – XV

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close