Ini Curhat Korban Persekusi di Aksi Kamisan

KabarMakassar.com— Andi takdir salah seorang penyandang disabilitas dianiaya oleh oknum satpol PP kabupaten Bone. Penganiayaan dilakukan kepada Takdir dilapangan merdeka Watampone kabupaten Bone tanggal 23 Desember 2017 Minggu lalu.

Di Aksi Kamisan, Takdir mengisahkan kronologi dirinya dianiaya oleh oknum Satpol PP.

“Sekitar jam 8 malam saya dan anak saya yg berusia 4 tahun jalan2 ke Lapangan merdeka dengan niat mau bawa sibuah hati menonton latihan menari. Singkat cerita saya dan anak saya lagi asik duduk menyaksikan latihan menari, namun tiba2 datang segerombolan satpol pp membubarkan latihan menari tersebut, saya sontak heran, dan balik menegur pimpinan satpol pp, lo kok dibubarkan pak ?”

Oknum PP pun mengatakan bahwa tidak boleh ada kegiatan menari disini, ini bukan tempatnya.

Baca juga :   Herwin Bahar Pimpin AMSI Sulsel

Takdir pun mencoba meminta alasan pelarangan tersebut. Dirinya beranggapan bahwa tidak ada aturan pelarangan. Takdir beranggapan mereka anak muda yang kreatif dan tidak merusak fasilitas yang ada. Pengunjung yang ada pun menikmati.

Atas dasar itulah, Takdir kemudian menyuruh teman teman untuk melanjutkan tarian tersebut.

Tidak berlangsung lama, pimpinan tertinggi Satpol PP yg ada pada saat itu menendang kaki Takdir. Disini lah awal mulai penganiayaan yang dilakukan oknum PP.

“Ikutlah anggotanya yg lain mengeroyok saya, sampai saya terpisah dari anak saya yg masih kecil, lalu mereka menyeret saya kemudian diangkat lalu dicekik seperti perampok yg akan melarikan diri. Saya berteriak teriak lepaskan saya kenapa saya dikasi gini, mana anak saya mana anak saya, saya berulang ulang memanggil anak saya namun mereka tidak peduli, semakin saya memberontak mau melepaskan diri semakin keras cekikan oknum Satpol PP tersebut, saya diteriaki pemabuk lah, habis minum lah, kurang ajar lah, tidak sopan lah.”

Baca juga :   Pelaku Peneror SYL Tahun 2012 Ditangkap di Lutim

Takdir pun mengisahkan bagian tubuh yang menjadi korban penganiayaan dirinya yang berada di dekat air mancur lapangan merdeka kabupaten Bone.

“Awalnya ditendang di kaki, kemudian yg lain ada yg pukul dikepala, ditelinga kanan, di kepala bagian telinga kiri, kemudian ada yg pake topeng menarik baju saya terus dipukul di kepala atas telinga kanan”

Baca juga :   Sulsel Diprediksi Aman Dari Badai Siklon Tropis Dahlia

Takdir pun menuturkan Oknum Satpol PP sudah diperiksa namun belum ditahan dengan alasan masih sebagai saksi dan belum cukup bukti, hasil visum belum diambil dari pihak kepolisian.

Atas dasar inilah Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas ini mendatangi kantor LBH untuk meminta perlindungan.

Kasus ini pun akan dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM agar timnya turun ke Bone.(*/sng)

Penulis Andi Lasinrang