Ini Alasan Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

Para peserta Ijtima Asia 2020 yang telah berkumpul di lokasi acara, di Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (17/3) malam. (Foto: Istimewa)

KabarMakassar.com — Ribuan peserta Ijtima Asia tahun 2020 malam ini telah berkumpul di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Panitia Ijtima Asia tahun 2020, Mustari yang dihubungi mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, peserta sudah terlanjur datang. Apalagi menurut dia, para peserta sudah berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari, Rabu (18/3) malam.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Sampai saat ini, Mustari mengaku pihaknya belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutakan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Meski begitu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Senin (16/3) lalu Bupati Gowa telah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Reporter :

Editor :

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI