Ikuti Imbauan MUI, Mesjid Agung Syekh Yusuf Tak Gelar Salat Jumat

Mesjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. (INT)

KabarMakassar.com — Mesjid Agung Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa hari ini tak menggelar Salat Jumat. Keputusan tersebut diambil pengurus mesjid sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel dalam upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), yang meminta agar warga untuk sementara mengganti Salat Jumat dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing.

“Menindaklanjuti Fatma MUI sekaligus surat edaran Gubernur Sulsel, maka kami umumkan Salat Jumat ditiadakan dan digantikan dengan Salat Dzuhur. Kondisi ini akan berlangsung selama dua pekan,” kata Pengurus Mesjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Ustadz Hamzah Adam, yang menyampaikan pengumuman tersebut, Jumat (20/3).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap, kondisi ini bisa dipahami oleh masyarakat. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk menghindari perkumpulan banyak orang sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, sesuai dengan imbauan MUI dan Gubernur Sulsel.

“Kita semua pasti mau ke mesjid melaksanakan kewajiban. Tetapi ini ada kondisi yang tidak biasa, sehingga MUI mengeluarkan imbauan. Untuk Itu demi mengantisipasi dan menyelamatkan jiwa orang banyak, mari kita ikuti himbauan pemerintah dan MUI sampai situasi membaik,” harap Adnan.

Sekadar diketahui, MUI Provinsi Sulsel pada Kamis (19/3) telah mengeluarkan surat edaran yang isinya mengimbau agar untuk sementara waktu Salat Jumat di wilayah Provinsi Sulsel ditiadakan dan diganti dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua MUI Sulsel, DR. (HC) AGH. Sanusi Baci,Lc, dan Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. HM Galib, M.A.

Ketua umum MUI Provinsi Sulsel, Sanusi Baco mengatakan, imbauan ini dikeluarkan menindaklanjuti informasi dari Gubernur Sulsel terkait ditemukannya 2 kasus positif Corona (Covid-19) di wilayah Provinsi Sulsel.

“Imbauan ini dikeluarkan karena kita sudah tahu bahwa Corona itu sudah masuk di Sulsel,” kata Sanusi Baco, Jumat (20/3) pagi.

Senada, Sekertaris Umum MUI Provinsi Sulsel, Galib Ghalib mengatakan, imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Namun, kata dia, imbauan ini diberlakukan bagi daerah-daerah yang sudah memiliki pasien suspect. Sementara bagi daerah yang masih dianggap aman, dapat melakukan ibadah Salat Jumat seperti biasa.

“Di Makassar kan sudah ada suspect, bahkan positif. Jadi imbauan kita seperti itu. Untuk daerah yang belum ada suspect, tetap berrjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Galib meminta, MUI kabupaten/kota juga melakukan koordinasi dengan Satuan Petugas (Satgas) terkait, untuk memastikan apakah masih diperbolehkan melakukan pertemuan dalam jumlah besar.

“Diharapkan ada koordinasi dengan pihak yang punya otoritas, seperti satgas di lapangan yang memberikan kita informasi apakah daerah itu

masih boleh berkumpul dalam jumlah yang banyak atau tidak. Kalau itu ada unsur kekhawatiran, maka sebaiknya Salat Jumat itu diganti dengan Salat Dzuhur saja,” katanya.

Untuk umat muslim yang ingin tetap melaksanakan ibadah Salat Jumat hari ini, Galib mengimbau agar lebih menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

“Kalau pun tetap dilaksanakan karena belum ditemukan suspect, pada saat masuk dan keluar mesjid supaya tidak berdesakan. Kemudian kita berharap bahwa mereka yang kurang sehat untuk tidak ke mesjid. Jadi sifatnya tindakan pencegahan untuk memelihara kesehatan dan keselamatan masyarakat kita,” tuturnya.

Galib menambahkan, imbauan ini juga termasuk untuk pelaksanaan ibadah salat lima waktu yang sifatnya menghadirkan jemaah dalam jumlah besar.

“Termasuk itu juga untuk ibadah salat lima waktu lainnya kalau itu dalam jumlah yang banyak. Jadi sifatnya upaya pencegahan penyakit,” jelasnya.

Surat imbauan dari MUI Provinsi Sulsel ini juga ditindak lanjuti oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, yang juga mengeluarkan surat edaran tentang imbauan kepada masyarakat di Provinsi Sulsel terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah Sulsel.

Dalam surat edaran itu, gubernur mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Sulsel yang beragama Islam agar sementara waktu meniadakan Salat Jumat selama dua minggu (20 Maret dan 27 Maret 2020), dan diganti dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing.

Begitupun untuk masyarakat yang beragama Nasrani, Hindu, Budha dan Konghucu, pelaksanaan ibadah tatap muka diimbau untuk diganti dengan pemanfaatan teknologi digital dan media sosial selama dua minggu kedepan.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI