IDI dan PMI Imbau Masyarakat Tetap Berdonor di Tengah Wabah Covid-19

Diskusi Online bersama Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal dan Humas IDI Makassar, dr. Wachyudin Muchsin

KabarMakassar.com — Redaksi Kabar Makassar kembali melaksanakan diskusi online seri kedua dengan mengangkat tema “Donor Darah di Masa Corona, Kenapa Tidak?”, Selasa (7/4). Diskusi online ini menghadirkan pemateri yakni Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Humas IDI Kota Makassar, dr. Wachyudin Muchsin.

Pada kesempatan itu, Syamsu Rizal mengatakan bahwa stok darah yang ada saat ini di PMI Kota Makassar sebanyak 978 kantong. Ia mengaku jika stok tersebut hanya untuk 8-9 hari ke depan.

“Jadi stok darah di PMI Makassar itu berdasarkan data terakhir 7 April hari ini yakni 978 kantong. Jika berdasarkan rata-rata pemakaian darah di Kota Makassar yakni 100 kantong setiap hari maka ini hanya cukup 8-9 hari ke depan tapi jika berdasarkan standar WHO maka itu hanya cukup 2 hari saja,” kata Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal.

Ia mengatakan jika kekurangan stok darah ini sangat berbahaya karena terkait dengan kebutuhan rumah sakit. “Perlu diingat bahwa kekurangan stok darah itu berbahaya. Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk berdonor. Kan ini langkah kemanusiaan juga,” ujarnya.

Deng Ical mengakui jika stok darah selama penyebaran Covid-19 di Kota Makassar terus berkurang. Walau demikian, sebagai langkah atisipasi PMI Kota Makassar telah melakukan sejumlah kegiatan pencegahan.

“Kami dari PMI Makassar itu sudah melakukan penyemprotan desinfektan pada sejumlah wilayah di Kota Makassar. Dan untuk para pendonor, kami juga telah memasang standar yang sangat ketat, sehingga tidak perlu khawatir terpapar Covid-19 jika ke PMI Makassar untuk berdonor,” jelasnya.

“PMI juga telah meluncurkan call centre dengan nomer 112. Jadi ini sifatnya darurat saja. Silahkan menghubungi nomor tersebut maka kami akan melakukan tindakan secepat mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, dr. Wachyudin Muchsin mengatakan bahw Covid-19 sangat berbahaya sehingga masyarakat tidak boleh memandang enteng virus ini. Walau demikian, kata dia, masyarakat Kota Makassar tidak perlu panik dan takut.

“Jangan dianggap enteng Covid-19 ini tapi juga jangan terlalu panik dan takut. Terpenting adalah tetap di rumah saja atau kalau terpaksa ke luar rumah maka tetap lakukan sosial distancing. Ini penting untuk melakukan pencegahan,” kata dr. Koboi sapaan akrab dr. Wachyudin Muchsin.

Ia juga mengingatkan ketika masyarakat menemui warga yang langsung jatuh dan pingsan di tengah jalan untuk waspada. Ia menjelaskan ada baiknya masyarakat menginisiatif untuk menghubungi pihak terkait seperti PMI Kota Makassar atau Tim Gugus Penangan Covid-19.

“Sebaiknya masyarakat langsung curiga saja bahwa orang yang jatuh atau pingsan itu adalah pasien Covid-19 sehingga dapat mengambil langkah antisipasi. Misalkan dengan menghubungi pihak terkait. Kalau pun harus terpaksa, yah pakai kain untuk untuk menutupi tangan, hidung dan tangan ketika menolong,” jelasnya.

Selain itu, Dokter Koboi juga menghimbau kepada masyarakat agar menghindari kerumunan seperti pasar dan tempat keramaian lainnya. “Sebenarnya memang ini bingung juga, tapi yang pasti kalau memangh harus terpaksa maka harus pakai masker dan melakukan social distancing,” terangnya.

Terkait dengan donor darah pada masa Covid-19, Dokter Koboi mengatakan PMI Makassar memiliki standar bagi masyarakat yang ingin melakukan donor darah. Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin berdonor pasti akan ditanyakan terkait kesehatannya terlebih dahulu.

“Diimbau kepada masyarakat untuk berdonor ke PMI Makassar karena ini demi kemanusiaan. Tapi tidak semua orang yang ingin berdonor itu langsung diambil darahnya, pasti ada proseduralnya. Karena memang jika orang terkena Covid-19 itu dilarang karena peluang menularkan ke orang lain,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI