Ibu Ini Penemu Balita ‘HN’ Nangis di Pinggir Jalan

Ibu Mery tengah menggendong Balita "HN" yang ditemukan menangis di depan rumahnya di Kawasan Perumahan Telkomas, Makassar, Selasa, (9/1/2018). Foto: Ist

KabarMakassar.com — Ibu berkacamata ini tak menyangka jika seorang balita perempuan yang ditemukan menangis di pinggir jalan adalah korban penculikan anak yang viral di sosial media.

Wanita yang akrab disapa Mery ini mengaku kaget ketika melihat balita yang berumur 1,5 tahun ini melintas di depan rumahnya pada Selasa, 9 Januari 2018.

Sekitar Pukul 21.00 Wita di Jalan poros Telkomas Ibu Mery melihat balita berjalan kaki seorang diri sambil menangis di pinggir jalan mencari orang yang dikenalnya.

Ibu Mery pun inisiatif mengambil balita tersebut dan membawanya masuk kedalam rumahnya.

Dirinya pun teringat akan peristiwa penculikan anak yang viral di sosmed pagi tadi. Dia pun langsung inisiatif mengambil handphone dan memfoto anak tersebut dan melemparnya di grup whatsapp (orang tua murid TK Ikhtiar). 

Dia pun langsung bertanya bukan ini anaknya temanmu yang diculik yang heboh di medsos.

Sontak salah satu teman dari grup tersebut pun memastikan bahwa benar itu adalah HN balita yang diculik siang tadi.

Dengan panik dan rasa takut pun Ibu Mery pun inisiatif membawa anak tersebut dan melapor ke Polsekta Tamalanrea.

Korban penculikan anak berinisial “HN” akhirnya kembali ke rumahnya di Jalan Raya Pendidikan Kompleks UNM Blok F2 nomor 12 Makassar, Selasa (9/1/2018) malam. 

Setelah dijemput Ayahnya dan keluarganya di kantor Polsekta Tamalanrea Makassar. Dalam video durasi pendek yang berhasil diambil awak media KabarMakassae.com, tampak balita berumur 1,5 tahun ini kelelahan di pelukan sang Ayah. 

Sejumlah kerabat, keluarga dan tetangga korban terlihat terharu atas kembaliknya bocah ini ke pengakuan orang tuanya.

Setelah kejadian penculikan di kediamannya pagi tadi. Akhirnya salah seorang pelaku berhasil tertangkap.

Salah satu pelaku yang berhasil ditangkap mengaku di depan petugas jika dirinya melakukan aksi itu atas dasar sakit hati dengan keluarga korban. (*)

Penulis Andi Lasinrang

Baca juga :   Upacara Hari Disabilitas di Ketinggian 2.100 MDPL