Hubungan Perjalanan Sejarah Suku Bugis dan Makassar

Foto: bugismakassar.blogspot.com

Kabar Makassar — Asal usul peradapan suku Makassar yang merupakan etnis di bagian pesisir selatan pulau Sulawesi, dan menjadi suku yang dikenal sebagai penggembara lautan, yang dibyuktikan dengan pelayaran yang dilakukan ke Afrika Selatan sehingga di negara tersebut terdapat daerah yang bernama Maccassar.

Makassar sendiri dalam bahasa orang setempat disebut, ” Mangkasara” yang berarti ” mereka yang bersifat terbuka”. Di Sulawesi Selatan suku Makassar tersebar mulai dari kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumbam, Selayar, Maros, Pangkep, hingga merambah ke daerah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Sedangkan bahasa Makassar adalah bahasa yang diucapkan oleh suku Makassar sejak berabad abad tahun yang lalu, kalimat kalimat yang digunakan dalam peercakapan sehari hari masyarakat ini dianggap masih berkerabat dengan bahasa Bugis dan Mandar.

Baca juga :   Sejarah Penggunaan Nama Makassar-Ujung Pandang-Makassar

Saat ini sudah banyak, perubahan pada bahasa Makassar karena banyak dipengaruhi oleh bahasa bahasa lain yang masuk ke Makassar seperti bahasa Bugsi dan Malayu.

Tapi bahasa Makassar asli masih dapat ditemukan di daerah Gowa seperti di Suguminasa, Lembang Bu’ne, Malino dan Malakaji, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, serta Tanete di Bulukumba.

Banyak yang berpendapat bahwa suku Makassar Serumpun dan identik dengan suku Bugis, lalu istilah Bugis dan Makassar adalah sebuah itilah yang diciptakan oleh Belanda pada masa penajajahannya untuk memecah belah kedua suku ini.

Baca juga :   Pemerhati Budaya Toraja Kritik Hotel di Makassar

Namun, dari segi linguistik, bahasa Makassar dan bahas Bugis sangat berbeda walaupun kedua bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Sulawesi Selatan dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia.

Dalam kelompok ini, bahasa Makassar masuk dalam kelompok yang sama dengan bahasa Bentong, Konjo dan Selayar, sedangkan bahasa Bugis masuk dalam kelompok bahasa Campalagian dan dua bahasa yang ditutur di Pulau Kalimantan yaitu bahasa Embalon dan bahasa Taman.

Perbedaan dari bahasa kedua suku ini adalah salah satu ciri yang membedakannya.

Namun, berdasarkan sejarah yang berkembang secara geografis suku Bugis memiliki perkembangan yang jauh lebih maju dibandingkan dengan suku Makassar.

Menurur perkembangannya kaum Bugis mulai melakukan migrasi dan menempati wilayah wilayah luar dan menemukan sumberdaya dan mineral yang dapat diperjualbelikan dengan bangsa lain, terutama pada Cina.

Baca juga :   Andi, Awalnya Panggilan Kesayangan Anak Raja

Sehingga pada saat itu beberapa orang individu mulai meninggalakan daerah pegunungan yang awalnya didiami lalu menuju ke daerah pesisir dan menetap.

Dari situlah suku Bugis terus berkembang menjadi beberapa kelompok dan kerajaan yang nantinya menentukan sejarah modern di Sulsel.

Sumber foto: blogspot.com

[divider sc_id=”sc569689425456″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”1694″ sc_id=”sc27788702442″]