Hobby Belanja Online, Netizen Ini Tertipu

Cyber Theft

Kabar Makassar – Di zaman era teknologi saat ini membeli secara online adalah alternatif yang memudahkan masyarakat dalam proses jual beli. Namun disamping kemudahan tersebut konsumen perlu berhati-hati karena sebagian orang telah menjadi korban lantaran ada oknum yang telah memanfaatkan sistem online untuk meraup keuntungan.

Sebagaimana yang dialami oleh Risma, Diela dan Ammayatul. Ketiganya menjadi korban dari oknum yang memanfaatkan sistem belanja online ini di Kota Makassar.

Berdasarkan keterangan yang kami terima dari Risma melalui komunikasi Whatshap Rabu 22 November 2017, sebelumnya ia membeli produk tas di online shop yang diketahuinya berdomisili di Makassar melalui akun instagram @women.stuff.makssar.

Karena terlihat memiliki banyak followers dan juga ada beberapa testi orang-orang yang membeli barang di OS tersebut akhirnya ia pun percaya.

Dikatakannya, sebelumnya komunikasi itu terbangun melalui percakapan via BBM, ia memesan 4 item tas brandad totalnya Rp2.190.000. Dan awalnya percakapan tersebut berjalan lancar, si penjual pun sangat merespon baik hingga transaksi online pun terjadi, korban mentransfer uang pada tanggal 24 Oktober 2017.

“Anehnya penjual tersebut lama-lama sudah jarang merespon pembelinya, termasuk saya. Kalau dichat tidak dibalas sementara dia online terus dan selalu gonta ganti DP, dan mengirim BC. Jika ditanya keberadaan pesanannya sudah dimana jawaban pembeli hanya singkat katanya sudah dikirim dimohon bersabar, dimintai resi pengirimannya tidak dibalas-balas,” ungkap Risma yang juga merupakan alumni UVRI Makassar.

Baca juga :   Idul Fitri, Telepon Darurat 112 Makassar dan CCTV Siaga 24 Jam

Kemudian, lanjut dia, memasuki Minggu pertama setelah mentranfer, korban berusaha menghubungi pihak OS chat kebanyakan hanya dibaca saja dan tidak digubris, dimintai alamat dan nomer hp Olshopnya pun tidak digubris.

Sampai memasuki bulan November akhirnya pembeli mencari tau tentang OS tersebut, dan ia kemudian saling terhubung dengan beberapa orang yang juga merasa dirugikan OS.

“Kami membuat grup, kami tidak hentinya menghubung OS tersebut, dengan cara bersamaan, salah satu dari kami juga sempat memposting kasus penipuan ini melalui Instastory, setelah itu barulah pihak OS itu merespon kami tanpa kata maaf justru beralasaran yang tidak masuk akal, dan mengancam kami kalau memviralkan kasus tersebut,” ungkap Risma.

Lebih lanjut, kata Risma, setelah digenjot terus oleh beberapa pembeli tanggal 10 November baru diberikan resi pengiriman melalui jasa ekspedisi JNE, keterangan pengiriman tanggal 9 November 2017.

Baca juga :   Google Mengetes Fitur Playback Youtube

“Jadi ini bukti bahwa memang pihak OS tersebut baru mengirim barangnya, sementara kita sudah memesan sejak beberapa minggu yang lalu,” jelasnya.

“Dan setelah barangnya tiba ternyata juga hanya 2 item, sementara yang saya pesan itu ada 4, saya masih menunggu pengiriman sesi kedua karena biasanya seperti itu tetapi sampai 5 hari kedepab saya menunggu ternyata tidak ada,” terang Risma.

Karena merasa dirugikan, korban pun mengkonfirmasi pihak JNE untuk memastikan apakah paket ini memang hanya satu sesi saja atau masih ada sesi pengiriman selanjutnya. Namun, dikterangan pihak JNE memang 1 sesi, dengan berat paket 1.5kg yang hanya muat untuk 2 item tas.

“Saat komplain sama penjualnya, tetapi responnya tidak bagus justru balik marah dan tidak mau bertanggung jawab, saya dirugikan setengah dari total dana yang saya transfer karena barang yang tiba hanya dua item,” tutur Risma dengan penuh kesal.

Ternyata hal yang sama juga dialami oleh dua temannya yakni Diela dan Ammayatul. Berdasarkan keterangannya, Diela mengaku barang yang diterimanya tidak sesuai dengan promonya.

“Barang yang saya terima ternyata palsu tidak sesuai dengan promonya. Saya komplain dengan pihak OS-nya malah tidak mau bertanggung jawab,” kata Diela.

Baca juga :   Warga Mariso Rasakan Langsung Layanan Call Center 112

Sementara itu, Ammayatul mengalami hal yang sama. Ia mengaku barang yang dipesannya hingga saat ini tidak sampai dialamat yang ia berikan. Pihaknya pun sudah meminta untuk dikembalikan dananya tetapi tidak digubris.

“Saya memesan Alat Kosmetik di @gudangkostik yang juga pemilik akunt IG @women.stuff.makassar tetapi barangnya tidak dikirim sampai sekarang,” akunya.

“Saya juga sudah meminta refound saja dana saya kalau memang barangnya tidak ada, tapi pihak OS-nya tidak merespon sama sekali sampai detik ini,” kata Ammayatul.

Olehnya itu, pihaknya menghimbau kepada semua pihak untuk tetap waspada terhadap sistem belanja online yang saat ini menjamur, jangan sampai mengalami hal yang sama.

“Jadi sekarang kita perlu berhati-hati kalau belanja, jangan sampai tertipu oleh sistem belanja online,” pungkasnya.

[divider sc_id=”sc664287988755″]divider-3[/divider]

[team layout=”3″ staff=”6082″ sc_id=”sc892610864474″]