Perusda
Bank SUlsel Bar

Tipu Pengusaha Makassar, Pasutri Gagal Nyaleg di Takalar

6 hari, 21 jam lalu Oleh Fritz Wongkar
Tipu Pengusaha Makassar, Pasutri Gagal Nyaleg di Takalar
Pasangan suami istri di Takalar gagal Nyaleg lantaran menipu pengusaha Makassar [Saleh Sibali]

KabarMakassar.com -- Pasangan suami istri (pasutri) di Takalar diringkus oleh Tim Reskrim dan Tim Resmob Polres Takalar dikediamannya. Pasalnya pasutri tersebut terlibat kasus penipuan yang dilakukan terhadap pengusaha di Kota Makassar.  Pasutri yang juga merupakan Calon Anggota Legilatif (Caleg) di DPRD Takalar ini melarikan diri saat diperiksa diruang penyidik Polres Takalar untuk dilimpahkan ke Kejaksaaan Negeri Takalar.

Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri yakni Syahrir Mangka (47 tahun) dan Ernawati (40 tahun). Dimana saat diperiksa penyidik Polres Takalar diruangan melarikan diri dengan alasan melakukan sholat, Namun tak kunjung tiba. Hingga akhirnya ditemukan tertidur pulas di rumahnya jalan poros lintas Lingkungan Bonyo Lanra Galesong Utara, Takalar. 

"Ya benar mereka ini melarikan diri saat diperiksa diruang penyidik dengan alasan sholat, namun tak kunjung kembali. Hingga akhirnya kami temukan kedua pasangan suami istri tersebut tertidur pulas dirumahnya di Galesong Utara"kata Kasat Reskrim Takalar, AKP Noorman Haryanto. Kamis 9 Agustus 2018.

AKP Noorman Haryanto mengatakan jika kedua pasutri ini terlibat dalam kasus penipuan terhadap pengusahan asal Makassar. Dimana kedua pelaku melakukan penipuan dengan modus menjual tanah dan berpura-pura sertifikat akan diterbitkan. Namun kebohongan pelaku diketahui korban jika sertifikat tersebut telah sudah dijaminkan di salahsatu Bank

"Jadi sebenarnya Pasutri ini kami beberapa kali panggil dan sulit ditemui karena berpindah-pindah. Saat ditemukan pelaku diperiksa justru malah melarikan diri"Tambah AKP Noorman Haryanto.

Untuk diketahui jika kedua pasutri merupakan Caleg di DPRD Takalar, selain itu Syahrir Mangka juga merupakan imam masjid di lingkungan tempat tinggalnya dan bahkan istrinya yang juga ditetapkan sebagai tersangka diduga merupakan keluarga dekat dengan pejabat di Takalar.

Kedua Pasutri tersebut digiring ke Polres Takalar untuk dimintai keteranganlebih lanjut serta dikenakan pasal 378 penipuan dengan ancaman diatas 4 tahun penjara. [Saleh Sibali]