Perusda
Bank SUlsel Bar

Anak SD di Makassar Perintah Siswa SMP Jual Narkoba

1 pekan, 4 hari lalu Oleh Fritz Wongkar
Anak SD di Makassar Perintah Siswa SMP Jual Narkoba
AL (14 tahun) Siswa MTs diciduk anggota Polsek Tallo saat membawa Sabu. Senin 6 Agustus 2018. [int]

KabarMakassar.com -- Salahsatu siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts) di Kota Makassar terciduk oleh Tim Opsnal Polsek Tallo saat menggelar patroli di kampung Gotong, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo Kota Makassar 6 Agustus 2018 dini hari pukul 02:04 Wita. AL (14 tahun) Siswa MTs kelas 3 sederajat SMP tersebut tak berdaya saat ditemukan membuang barang haram jenis Sabu tersebut disemak-semak. 

AL kepergok oleh anggota kepolisian yang sedang patroli saat anggota tim Opsnal Polsek Tallo yang bertugas mengitari jalan yang dicurigai kerap dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut mendapati seorang anak yang panik ditengah kegelapan ujung lorong kampung Gotong dan dengan cepat membuang bungkusan dari saku celananya. 

Kepala Polsek Tallo Kompol Amrin AT menerangkan, petugas yang curiga dengan gerak gerik bocah itu lalu mendekat. Sementara AL yang diduga panik langsung terlihat mengeluarkan benda kecil dari kantongnya, lalu dibuang ke semak-semak.

"Saat anggota melakukan patroli, AL membuang sesuatu dari tanganya, setelah diperiksa oleh personil ternyata saset plastik bening berisi serbuk diduga narkoba jenis sabu," Kata Kapolsek Amrin ditemui di RS Bhayangkara.

AL yang masih berstatus pelajar sederajat SMP tersebut dihadapan Mapolsek Tallo saat diperiksa mengakui jika sabu yang dimilikinya berasal dari rekannya yang diketahui merupakan seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar. Ia pun menyebut nama-nama pelaku dihadapan anggota polisi ia mengatakan RE alias CI merupakan sahabatnya yang memberikan barang haram tersebut untuk dijualnya dengan seharga Rp200Ribu.

Mengejutkan saat dimintai keterangannya di kantor polisi Al mengaku diminta mencari pelanggan dan menjual satu kemasan narkoba itu seharga Rp200 ribu. 

"Menurut keterangan AL bahwa barang tersebut diperoleh dari RE, dan disuruh jualkan Rp200 ribu. Jika terjual langsung bagi uang masing-masing Rp100 ribu,"ujar Amrin.

Selanjutnya, tim Opsnal Polsek Tallo kembali membawa melakukan pengembangan dengan membawa serta AL. Targetnya menciduk CI yang diduga berada di kediamannya. Namun sayang, saat kepolisian tiba di rumah tersebut, polisi hanya menemukan orang tua oknum murid SD tersebut, inisial Daeng Ag. 

"Katanya CI belum pulang dan dilakukan pemeriksaan tidak ada, menurut keterangan orang tuanya CI masih sekolah di bangku SD dan merupakan teman bermain AL,"tutup Amrin.