Hasil Riset UNM: Sebagian Besar Warga Makassar Setuju Penerapan PSBB

(IST)

KabarMakassar.com — Pusat Kajian Psikologi Sosial Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan riset secara nasional terhadap sikap dan prilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Peneliti Pusat Kajian Psikologi Sosial UNM, Muhammad Rhesa mengatakan, riset dengan meteode survei online ini dilakukan pada periode 17 – 27 Maret 2020 terhadap 1.337 responden dengan rentang usia 16 – 70 tahun, yang 45 persen diantaranya berada di Kota Makassar.

“Waktu itu (17-27 Maret) kan masih ada prokontra soal lockdown dan work from home (WFH) atau tidak. Kalau ditarik ke kondisi sekarang mungkin ke arah karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” kata Rhesa, Senin (13/4).

“Kenapa yang kami teliti itu sikap dan prilaku? Karena terkadang antara sikap dan perilaku masyarakat itu berbeda. Kadang secara sikap dia setuju, tapi secara perilaku dia tetap keluar rumah,” sambungnya.

Berdasarkan data hasil riset yang dilakukan, kata dia, sikap dan prilaku masyarakat terkait keinginan agar pemerintah memberlakukan lockdown atau karantina wilayah (PSBB) sangat sejalan.

“Kesimpulan hasil riset kami, sebagian besar penduduk Makassar sepakat untuk menerapakan lockdown atau PSBB. Tapi memang masih ada kurang lebih 19 sampai 20 persen orang yang tidak sepakat dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Meski begitu, Rhesa meyakini, dengan semakin berkembang atau meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, maka hal ini akan berdampak pada semakin tingginya kecemasan masyarakat, sehingga akan semakin tinggi pula jumlah masyarakat yang setuju jika lockdown atau PSBB diterapkan.

Namun, lanjut Rhesa, pemerintah juga harus lebih dulu menunjukkan kesiapannya sebelum kebijakan ini diberlakukan. Termasuk melakukan sosialisasi dan meyakinkan publik tentang apa-apa saja keterbatasan dan hal yang ditanggung pemerintah jika kebijakan lockdown atau PSBB itu diterapkan.

Pasalnya menurut dia, ada sebagian masyarakat yang meski tidak menyebutkan secara gamblang, namun menunjukkan kekhawatiran kalau pemerintah tidak siap jika kebijakan lockdown atau PSBB diterapkan.

“Itu terlihat dari saran yang disampaikan responden untuk pemerintah, dimana salah satu yaitu meminta agar pemerintah membuka informasi secara jelas tanpa ada ditutupi atau disembunyikan terkait Corona (Covid-19),” terangnya.

Rhesa menambahkan, hasil riset yang dialkukan Pusat kajian Psikologi Sosial UNM ini sangat relevan untuk dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan di kota Makassar.

“Itu karena 45 persen respondennya merupakan warga Makassar,” pungkasnya.

Berikut data hasil riset yang dilakukan Pusat Kajian Psikologi Sosial UNM:

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI