News

Harmonisasi Alam dalam Pesona Desa Berua, Rammang-Rammang

Harmonisasi Alam dalam Pesona Desa Berua, Rammang-Rammang

Kabar Makassar --- Rammang-Rammang, sebuah obyek wisata yang berada di tengah-tengah gugusan Karst (Kapur) di antara kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Rammang-Rammang juga dikenal dengan nama Butta Salewangang dapat digapai dengan perjalanan sekitar 45 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin ke arah Pangkep di Kecamatan Bontoa.

Untuk sampai ke sana, dari Under Pass atau simpang lima bandara, cukup membayar tarif lima ribu rupiah dengan menggunakan angkot biru jurusan Daya - Pangkep dan turun di Bontoa. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan mengendarai ojek dengan biaya 10 hingga 15 ribu untuk sampai ke obyek wisata dari tepi jalan.

Setelah memasuki daerah obyek wisata, kita dapat memilih dermaga untuk menaiki perahu motor yang akan menuju dermaga di Desa Berua. Ada dua dermaga yang bisa dipilih yaitu Dermaga 1 dan Dermaga 2, dimana Dermaga 1 memiliki rute lebih panjang untuk menyusuri sungai hingga ke dermaga Desa Berua.

Tarif antar-jemput menggunakan perahu motor menyusuri sungai ini harganya dimulai dari 200 ribu rupiah untuk 2-4 orang. Sepanjang perjalanan menuju Desa Berua, kita akan disuguhi perpaduan ekosistem rawa dan gugusan karst yang luar biasa.

Gugusan bukit kapur yang menjulang dan pohon nira yang tumbuh di pinggiran rawa-rawa gambut sangat memanjakan mata saat menyusuri sungai. Di lokasi ini juga terdapat satu atau dua rumah panggung tradisional Bugis - Makassar.

Leon Joe Parnis dan Kirsten Brincat, pasangan Travel Blogger berasal dari Malta, Eropa Selatan, sangat terpukau saat mengunjungi Rammang-Rammang. Dengan membayar retribusi sebesar 7000 per orang untuk wisatawan asing di gerbang Desa Berua, mereka menikmati semua obyek wisata yang ada di sana.

"Saya hanya melihat pemandangan Asia seperti ini sebelumnya hanya sebatas wallpaper di komputer saja. Dan sekarang saya melihat keindahan pemandangan yang sama dengan mata kepala saya sendiri. Menakjubkan!," ucap Leon, 29, saat mengabadikan pemandangan alam di lokasi obyek wisata dengan kameranya.

Ada empat titik lokasi unggulan di Desa Berua yaitu, Padang Ammarung, Gua Kalelawar, Batu Kingkong, dan Mata Air Gua Berlian. Di Desa Berua hanya terdapat 17 keluarga saja dan mereka bersama-sama menjaga alam dan lingkungan mereka sehingga kondisinya tetap lestari.

"Tempat ini sangat indah. Keindahan dan keheningan ini sudah sangat jarang ditemui." ucap Kirsten, 26, terpesona dengan keindahan alam dan kehidupan masyarakatnya yang sangat harmonis.

Foto: Rammang-Rammang, Maros oleh Leon Joe Parnis

Rahmat Latang Reppa

Journalist

Aktif berkontribusi dalam dunia jurnalis sejak tahun 2008. Jurnalis yang mampu berkarya dalam dwi-bahasa ini penulisannya berfokus pada Kebudayaan dan Pendidikan. Bergabung di PT. Kabar Grup Indonesia pada tahun 2016 dan berkarya di KabarAustralia.com

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close