Hari Pertama Rapid Test Massal di Makassar dan Gowa, 23 Orang Reaktif Covid-19

Rapid test massal yang dilakuakn di salah satu Pasar Tradisonal di Kota Makassar, Selasa (12/5). (Foto: Dok. Humas Pemprov Sulsel)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama dengan Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa melakukan rapid test massal di sejumlah lokasi, Selasa (12/5).

Ada sebanyak 30 ribu alat rapid test yang disiapkan untuk rapid test massal yang rencananya akan ddilakukan di sejumlah lokasi di dua kabupaten/kota hingga beberapa hari kedepan.

Khusus di Kota Makassar, ada 4 Pasar Tradisonal yang menjadi lokasi rapid test massal di hari pertama. Yakni Pasar Pa’baeng-Baeng, Pasar Pa’baeng-Baeng Timur, Pasar Sambung Jawa dan Pasar Parantambung, dengan total yang diperiksa sebanyak 548 orang.

“Dari total 548 orang yang menjalani rapid test tersebut, ditemukan ada sebanyak 21 orang yang reaktif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari melalui video conference, Selasa (12/5) malam.

Sementara untuk di wilayah Kabupaten Gowa, kata dia, rapid test massal dilaksanakan di 5 kecamatan, yakni: Somabopu, Palangga, Bajeng, Barombong, dan Pattalassang dengan menyasar pedagang pasar, pedagang keliling (pa’gandeng) dan beberapa toko besar.

“Total yang dirapid test di Gowa itu ada sebanyak 907 orang, dan ditemukan ada 2 orang yang reaktif Covid-19,” ujarnya.

Menurut Ichsan, 23 orang yang ditemukan rekatif Covid-19 berdasarkan ghasil rapid test ini selanjutnya akan menjalani isolasi di hotel di Kota Makassar yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel.

“23 orang yang reaktif Covid-9 ini akan dibawa ke hotel Swisbell dan Harper untuk menjalani program isolasi yang telah dipersiapkan Pemprov Sulsel. Disana mereka akan dipantau, dilakukan perbaikan gizi dan juga diberikan beberapa materi tentang Covid-19,” terangnya.

Ichsan menambahkan, hasil rapid test ini tidak bisa dijadikan dasar untuk memvonis seseorang positif Covid-19 atau tidak. Pasalnya, rapid tes ini hanyalah sebuah test atau metode yang dilakukan untuk menscreening dan menjaring orang-orang yang berpotensi menyebarkan virus tersebut.

“Yang bisa menetukan orang itu positif Covid-19 atau tidak itu hanya tes swab. Raid test ini hanya untuk menjaring orang-orang yang berpotensi menyebarkan virus. Dan tujuan kita melakukan rapid test massal ini memang untuk itu,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI