Hari Pertama PSBB di Gowa, Bupati: Wajar Kalau Ada yang Protes

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan turun langsung ke titikm perbatasan Gowa - Makassa, dan memeriksa pengendara yang ingin masuk ke wilayah Kabupaten Gowa di hari pertama penerapan PSBB di Kabupaten Gowa, Senin (4/5). (IST)

KabarMakassar.com — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi diberlalkukan di Kabupaten Gowa mulai hari ini, Senin (4/5) hingga 14 hari kedepan.

Di hari pertama pelaksanaannya, petugas gabungan yang melakukan penjagaan dan pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan Kabupaten Gowa bertindak tegas sesuai aturan PSBB. Puluhan kendaraan dari arah Gowa menuju Makassar maupun sebaliknya diminta untuk putar balik karena dianggap tak memiliki kepentingan yang mendesak. Alhasil, beberapa pengendara yang tak diperbolehkan melintas sempat mengajukan protes.

Terkait hal ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menganggap wajar jika di hari pertama penerapan PSBB masih ada warga yang mengajukan protes terhadap aturan yang diberlakukan.

“Bahwa ada masyarakat yang protes, ada yang tidak senang, itu wajar. Di setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. Di setiap hari pertama pemberlakuan suatu kebijakan pasti ada yang tidak senang dan ada yang senang. Sebab ini mengubah pola kebiasaan, dari yang tadinya kita terbiasa bebas, sekarang jadi tidak bebas karena harus dilakukan pemeriksaan,” kata Adnan, Senin (4/5).

Adnan berharap, semua pihak bisa mendukung dan ikut menyukseskan pelaksanaan PSBB Kabupaten Gowa. Ia menegaskan, langkah ini diambil semata-mata untuk kepentingan bersama.

“Ini bukan hanya untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Gowa, tetapi untuk kepentingan seluruh masyarakat yang ada. Kenapa? Karena kita mau melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa dan sekitarnya,” ujarnya.

Dalam 3 hari terakhir, lanjut Adnan, di kabupaten Gowa terjadi peningkatan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang cukup tinggi. Dimana jumlahnya saat ini sudah mencapai 400 orang. Begitu juga dengan Pasien Dalam pengawasan (PDP) yang juga meningkat menjadi lebih dari 300 orang.

“Yang positif dalam 3 hari dari 29 naik menjadi 38. Ini harus menjadi perhatian yang serius untuk kita. Kita rindu untuk bisa berkumpul berbuka puasa bersama keluarga dan sahabat, kita rindu untuk berkumpul salat Tarawih berjamaah, kita rindu untuk berlebaran berkumpul bersama sahabat. tapi itu tidak akan mungkin kita laksanakan kalau Corona ini terus berada di wilayah kabupaten Gowa,” imbuhnya.

“Salah satu cara untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini adalah pemberlakuan PSBB. Sayaberharap kerjasama dan pengertian dari semua pihak berkaitan dengan pelaksanaan PSBB yang kita lakukan mulai hari ini,” sambungnya.

Perihal sanksi yang akan diberikan kepada toko atau usaha yang melanggar aturan PSBB, Adnan mengatakan, pemberian sanksi pada setiap pelanggaran PSBB akan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) tentang pelaksanaan PSBB yang telah dikeluarkan.

“Sanksinya jelas di peraturan bupati. Kalau melanggar, diberi teguran keras. Masih melanggar, tutup (pencabutan izin). Jadi kalau melanggar kedua kalinya pencabutan izin. Makanya kita lakukan patroli terus menerus,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI