Hari Pahlawan, SYL Berikan Rompi Anti Peluru

KabarMakassar.com — Hari Pahlawan tidak hanya diperingati Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dengan melakukan upacara seremoni. Gubernur Syahrul bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel melanjutkannya dengan menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Jalan Urip Sumihardjo, Kota Makassar, Jumat, 10 November 2017.

Gubernur Syahrul berziarah ke sejumlah makam pahlawan nasional maupun pejuang asal Sulsel. Mulai dari Raja Luwu, Andi Djemma hingga Gubernur Sulawesi terakhir, Andi Pangeran Pettarani. Beberapa makam pejuang ternama juga disambanginya, seperti Andi Mappanyuki, Emmy Saelan dan Robert Wolter Mongingsidi. Tak lupa, ia mendatangi makam ayahnya, HM Yasin Limpo.

Baca juga :   FOTO: Pangdam: Dari Wirabuna ke Hasanuddin

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Syahrul juga memberikan rompi-anti peluru kepada Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Penyerahan rompi tersebut merupakan simbol penghargaan masyarakat Sulsel terhadap TNI-Polri. Institusi keamanan dan ketertiban itu dinilai sukses menjaga kedamaian dan ketenteraman di Sulsel.

“Itu adalah simbol penghargaan terhadap TNI-Polri yang telah menjaga kita semua. Pangdam dan Kapolda luar biasa di sini. Mari kita jaga itu (kedamaian dan ketenteraman),” kata Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Baca juga :   Disnaker Makassar Segera Siapkan SK THR

Lebih jauh, ia menyampaikan Hari Pahlawan merupakan momentum penting bagi para generasi muda untuk menghargai jasa para pahlawan yang berjuang untuk bangsa pada masa lalu. Disampaikannya pula bahwa semua orang harus membangun tekad memelihara dan menjaga NKRI yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

“Ideologi seperti inilah yang harus dibangkitkan agar suasana apapun tidak menggoyahkan idealisme kebangsaan, dan itulah pentingnya Hari Pahlawan diperingati bersama,” tegas Gubernur Syahrul.

Di era pasca-kemerdekaan, Gubernur Syahrul melanjutkan setiap orang bisa menjadi pahlawan. Caranya dengan mengabdi melampaui batas tugasnya untuk kemajuan bangsa dan negara. “Siapapun yang melampaui batas tugasnya, termasuk wartawan sekalipun. Membela kepentingan rakyat lebih dari tuntunan tugasnya dan mau menjadi teladan di antara yang lainnya adalah pahlawan,” pungkas dia. (*/ADV)