Harga Gas Elpiji Melambung, Walikota Makassar Protes

Kabar Makassar — Setelah gas elpiji tiga kilogram di kabarkan mengalami kelangkaan dan sulitnya ditemukan di pasaran kini menambah daftar keresahan warga kalangan menengah kebawah lantaran harganya kian melambung hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Diketahui sebelumnya pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan mengenai penggunaan gas bersubsidi dengan standar harga Rp15.500 per tabung namun hingga kasus ini beredar harga gas bersubsidi melambung hingga Rp35.000 pertabung.

Baca juga :   Disnaker Gelar Sosialisasi Penciptaan Wirausahawan Baru

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meminta pertanggung jawaban pihak Pertamina selaku pihak yang memiliki otoritas penuh terhadap penyaluran dan distribusi elpiji subsidi dan non-subsidi.

Saat ditanya mengenai kelangkaannya ia mengungkapkan Pemkot Makassar dan TNI POLRI siap bekerjasama mengamankan pasokan tabung elpiji bersubsidi agar tidak dimainkan oleh oknum-oknum tertentu

“Karna ini adalah otoritasnya Pertamina, penyaluran itu tidak ada otoritas pemerintah kota tetapi ini sudah harus menjadi tupoksi keamanan. Jadi pemerintah kota dan TNI POLRI harus mengamankan karena ini pasokan elpiji, menyangkut kepentingan rakyat” katanya kepada kabarmakassaar.com Rabu, 22 November 2017.

Baca juga :   OJK Laporkan Perkembangan Rasio Perbankan Bank Sulselbar

Ia juga mengungkapkan kekesalannya perihal tersebut dan mendukung pihak-pihak yang ingin melayangkan protes terkait kelangkaan ini. “Harus kita protes ini barang, kalau perlu ada yang demo saya juga mau ikut kalau ada yang demo. Yang tanggung jawab harus Pertamina sendiri kalo tidak, kita akan bikin pertamina sendiri,” ungkapnya. (*/nck)

[divider sc_id=”sc848464101294″]divider-3[/divider]

[team layout=”3″ staff=”6356″ sc_id=”sc830608791368″]