News

Halimah Yacob: Saya Presiden Untuk Semua

Halimah Yacob: Saya Presiden Untuk Semua

Kabar Makassar, Singapura-- Presiden terpilih Singapura menyatakan, dirinya adalah presiden yang mewakili semua kalangan.

"Saya presiden mewakili semua, ras, agama dan hadir untuk melayani Singapura dan masyarakat. saya tidak mewakili siapa-siapa tapi mewakili semuanya," Kata Halimah Jacob Presiden ke-8 Singapura, dalam sambutannya, di hadapan pendukung dan masyarakat Singapura, Lapangan Markas Besar Rakyat di Jalan Besar Singapura, Rabu 13 September 2017.

Halimah resmi dideklarasikan sebagai presiden terpilih hari ini setelah menjadi calon tunggal di pemilihan presiden Singapura.

Halimah dijadwalkan akan disumpah pada Kamis 14 September 2017 hari ini pukul 18.00 waktu setempat.

Laporan reporter KabarMakassar.com dari Singapura, Hari ini Singapura resmi memiliki seorang presiden baru yang ke delapan menggantikan Presiden ke-7 Singapura Tony Tan Keng Yam yang menjabat sejak 1 September 2011 lalu.

Halimah menjadi presiden perempuan pertama negara berpenduduk 3,9 juta jiwa ini.

Berbeda dengan Tony Tan Keng Yam yang berasal dari etnis Cina, Halimah berasal dari etnis Melayu. Namun terpilihnya Halimah bukan sesuatu yang istimewa sebenarnya. Meski populasi etnis Melayu di negara berpenduduk sekitar 3,9 juta itu hanya sekitar 525 ribu jiwa, bukan berarti terpilihnya Halimah merupakan sebuah capaian.

Pasalnya di Singapura jabatan presiden diisi secara bergiliran dari setiap etnis. Hal itu dilakukan Sngapura untuk mempertahankan persatuan negaranya yang berpenduduk multi-etnis. Di antaranya, etnis Cina sekitar 2,9 juta jiwa, etnis Melayu sekitar 525 ribu jiwa, etnis India sekitar 356 ribu jiwa, dan etnis lainnya sekitar 127 ribu jiwa.

Berdasarkan situs resmi pemerintah Singapura, disebutkan bahwa pemilu terbuka untuk calon dari semua etnis. Namun untuk memastikan representasi multi-etnis dalam kepresidenan, sebuah pemilihan umum untuk jabatan presiden akan dipersiapkan bagi komunitas etnis tertentu jika belum pernah ada orang dari etnis tersebut yang menjadi presiden.

Pada 8 November 2016, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, bahwa pemilihan presiden pada 2017 akan diperuntukkan bagi kandidat dari etnis Melayu, karena Singapura belum memiliki seorang pun presiden dari etnis tersebut sejak skema kepresidenan ini diperkenalkan pada 1991.

Secara historis, presiden di Singapura menjadi tokoh pemersatu untuk mewakili Singapura yang multietnis,.

laporan : Upi Asmaradhana Singapura

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close