Hal Ini yang Membuat Kecamatan Sangkarrang Masih Steril dari Covid-19

Pengecekan suhu tubuh terhadap orang-orang yang datang dari luar pulau melalui kapal penumpang di dermaga penyeberangan RT 3 RW 2 Pulau Kodingareng, di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar. (Facebook/Kepualan Sangkarrang)

KabarMakassar.com — Berdasarkan hasil pemetaan (mapping) sebaran kasus Covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Makassar, Sangkarrang menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Makassar yang masih bersih dari virus Corona (Covid-19).

Pertanggal 5 April 2020, di Kecamatan Sangkarrang yang berpenduduk 15 ribu jiwa itu, baik Orang Dalam Pemantauan (OPD), Pasien Dalam Pengawaan (PDP) maupun pasien positif Covid-19, semuanya masih nihil.

Camat Sangkarrang, Firnandar Sabara mengaku sangat bersyukur wilayah yang dipimpinnya masih steril dari Covid-19. Menurut dia, hal ini tak terlepas dari sejumlah upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah setempat, ditambah kedisplinan warga dalam menjalankan imbauan pemerintah.

Firnandar mengatakan, beberapa langkah pencegahan yang dilakukan jajaran pemerintah setempat bersama Muspika diantaranya, memperketat pemeriksaan di dermaga penyeberangan terhadap orang yang ingin masuk maupun keluar dari wilayah Kecamatan Sangkarrang.

“Kami memperketat pemeriksaan baik di Dermaga Kayu Bangkoa maupun dermaga yang ada di pulau-pulau di wilayah Kecamatan Sangkarrang. Kami juga menyiapkan alat pemeriksaan suhu tubuh di dermaga-dermaga untuk memeriksa suhu tubuh warga yang dari luar pulau,” kata Firnanda, Selasa (7/4).

Selain itu, lanjut Firnandar, pihaknya bersama para pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Sangkarang juga terus melakukan imbauan agar warga tetap berada di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke luar pulau jika tak ada keperluan mendesak.

“Kami juga melakukan langkah pembatasan penyeberangan ke pulau, sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar. Termasuk penyemprotan disinfektan juga kita lakukan di daerah-daerah pemukiman warga maupun tempat-tempat yang sering digunakan warga beraktivitas,” terangnya.

Sekadar diketahui, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang adalah kecamatan termuda di Kota Makassar. Kecamatan berpenduduk sebanyak 15 ribu jiwa ini terbentuk pada tahun 2017 lalu. Wilayah administratif Kecamatan Kepulauan Sangkarrang terdiri dari 3 kelurahan, yakni: Kelurahan Barrang Lompo dengan luas wilayah 19,23 Ha; Kelurahan Barrang Caddi dengan luas wilayah 38,19 Ha (terdiri dari 5 pulau, yaitu; pulau Lumu-lumu, Lanjukang, Bone Tambu, Langkai, dan Barrang Caddi); dan Kelurahan Kodingareng dengan luas wilayah 14 Ha, yang terdiri dari Pulau Kodingareng dan Kodingareng Keke yang tak berpenghuni.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar merilis data hasil pemetaan (mapping) penyebaran Covid-19 perkecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar.

Berdasarkan hasil mapping tersebut, 5 kecamatan dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak yakni: Rappocini (12 orang); Tamalate (7 orang); Panakkukang (6 orang); Mamajang (6 orang); dan Manggala (5 orang).

Sementara Sangkarrang menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Makassar yang masih nihil kasus Covid-19, baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien positif.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, berdasarkan hasil tracing, diketahui setidaknya ada 4 cluster penyebab terpaparnya pasien Covid-19 di Kota Makassar. Yakni cluster umrah (jemaah yang baru pulang dari umrah), cluster Bogor (baru pulang/datang dari Bogor), cluster Raha (orang-orang yang baru pulang/datang dari mengikuti pertemuan di Raha-Muna), dan cluster ijtima Gowa.

“Dari empat cluster itu, ada dua cluster yang memiliki jumlah kontak paling banyak dari hasil pemetaan kita. Yaitu cluster Raha dan cluster umrah. Dua cluster ini yang dominan melakukan kontak dengan ODP dan PDP,” kata Iqbal, Senin (6/4).

Iqbal mengaku, sampai saat ini Pemerintah Kota Makassar masih melakukan pendataan terkait asal dan riwayat perjalanan dari pasien kasus Covid-19 lainnya di Kota Makassar. Sebab menurut dia, masih banyak pasien Covid-19 yang penyebab terpaparnya tidak (belum) diketahui.

“Sebenarnya masih banyak juga yang kita belum ketahui dari mana (penyebab terpaparnya). Belum ketahuan dari mana dia dapat, tidak semua berhasil di tracing darimana riwayatnya,” ungkapnya.

Berikut data lengkap sebaran kasus Covid-19 perkecamatan di Kota Makassar per tanggal 5 April 2020:

  1. Kecamatan Rapocini
    ODP: 121 Orang
    PDP: 8 Orang
    Positif: 12 Orang
  2. Kecamatan Tamalate
    ODP: 21 Orang
    PDP: 14 Orang
    Positif: 7 Orang
  3. Kecamatan Panakukkang
    ODP: 39 Orang
    PDP: 9 Orang
    Positif: 6 Orang
  4. Kecamatan Mamajang
    ODP: 19 Orang
    PDP: 5 Orang
    Positif 6 Orang
  5. Kecamatan Manggala
    ODP: 36 Orang
    PDP: 14 Orang
    Positif: 5 Orang
  6. Kecamatan Ujung Pandang
    ODP: 4 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 4 Orang
  7. Kecamatan Makassar
    ODP: 11 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 4 Orang
  8. Kecamatan Biringkanaya
    ODP: 39 Orang
    PDP: 11 Orang
    Positif: 3 Orang
  9. Kecamatan Tallo
    ODP: 14 Orang
    PDP : 6 Orang
    Positif: 2 Orang
  10. Kecamatan Mariso
    ODP: 9 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 1 Orang
  11. Kecamatan Tamalanrea
    ODP: 28 Orang
    PDP: 8 Orang
    Positif: 1 Orang
  12. Kecamatan Wajo
    ODP: 3 Orang
    PDP: 2 Orang
    Positif: 1 Orang
  13. Kecamatan Bontoala
    ODP: 3 Orang
    PDP: 1 Orang
    Positif: Nihil
  14. Kecamatan Ujung Tanah
    ODP: 13 orang
    PDP: 1 Orang
    Positif: nihil
  15. Kecamatan Sangkarrang
    ODP: nihil
    PDP: nihil
    Positif: nihil

Reporter :

Editor :

Herlin Sadid

Daus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI