Gula Pasir Langka, Pemerintah Siap Impor

Kelangkaan gula pasir di Sulsel (/int)

KabarMakassar.com — Dinas Perdagangan Sulsel mengakui jika kelangkaan gula pasir di Sulsel karena produksi gula pasir tidak jalan sehingga tidak ada stok.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Sulsel, Aldiana. Menurutnya dua daerah yang menjadi pemasok gula pasir di Sulsel sedang mengalami kendala produksi.

“Memang tidak ada produksi, kalau di Sulsel itukan dari pabrik gula Camming di Bone dan Takalar, ada dari Jawa timur. Kan belum panen jadi belum ada produksi jadi mungkin masih kurang,” kata Aldina, Selasa (10/3).

Ia menambahkan jika beberapa distributor gula pasir di Sulsel telah melaporkan persediaan mereka telah kosong. “Laporan yang masuk ke kami ada beberapa distributor sudah kosong persediaannya” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa kelangkaan gula pasir tidak hanya terjadi di Sulsel. Tapi, kata dia, juga terjadi pada beberapa provinsi di Indonesia.

Untuk itu, Aldiana mengatakan jika Kementrian Perdagangan telah mengeluarkan izin untuk melakukan impor gula pasir.

“Kemarin kita sempat rapat koordinasi di Kementerian Perdagangan. Ini kebijakan nasional bukan cuma di Sulsel tapi diseluruh Indonesia, jadi kebijakan pemerintah itu akan mengimpor dan mengeluarkan izin impor,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat berencana akan melakukan impor sebesar 438,8 ribu ton gula mentah. Akan tetapi, ia belum mengetahui pasti jatah untuk Sulsel.

“Belum tau pasti, tetapi tergantung permintaan distributor gula,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, stok gula pasir kosong pada beberapa minimarket di Kota Makassar. Salah seorang staf minimarket Dewi mengaku stok gula pasir kosong sejak empat hari belakangan.

“Kosong kak, sudah empat hari,” aku Dewi.

Reporter :

Editor :

Herlin

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI