Gubernur Sebut Penerapan PSBB di Gowa Bisa Jadi Contoh Nasional

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melakukan video conference dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, membahas perkembangan dan persiapan rencana pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa, Selasa (28/4). (IST)

KabarMakassar.com — Persiapan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya, mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah.

Nurdin mengatakan, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sangat rapi dalam menjabarkan rencana aksi yang akan, sedang dan telah dilakukan Pemkab Gowa. Termasuk soal kebijakan penundaan pelaksanaan PSBB ke tanggal 4 Mei mendatang, untuk memastikan jaring pengaman sosial berupa bantuan paket sembako benar-benar sudah diterima masyarakat sebelum PSBB diberlakukan.

“Pak Bupati sangat rapi menjabarkan sampai bagaimana pembagian (bantuan) dan saya kira ini sangat penting. Ini luar biasa Pak Bupati, dan saya yakin Gowa ini bisa menjadi contoh nasional,” kata Nurdin saat melakukan video conference dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, untuk mengetahui perkembangan dan persiapan rencana pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa, Selasa (28/4).

Menurut Nurdin, data memang menjadi hal yang sangat penting untuk dijadikan sebagai landasan kebijakan. Sehingga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Untuk penyempurnaan data kita lebih bagus, daripada nanti pada saat pembagian namanya terdaftar, tetapi tidak dapat. Kalau saya dari awal kita ekspose hasil penelitian dan evaluasi kita hasilnya seperti ini,” jelasnya.

Nurdin menekankan tiga poin penting dalam penerapan PSBB. Pertama, memutus mata rantai Covid-19. Kedua, menyehatkan warga yang sakit. Ketiga, mengisolasi ODP dan OTG.

Soal pencarian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang juga menjadi topik pembahasan dan diminta oleh Bupati Gowa dikomunikasikan, juga telah difasilitasi Gubernur dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel, Sudarmanto, untuk teknis pencairannya.

“Saya baru telepon Pak Sudarmanto, Kepala Kanwil Perbendaharaan, beliau siap untuk back-up mempercepat pencairan,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Nurdin juga menyarankan agar Pemkab Gowa bersinergi dengan kabupaten tetangga seperti Takalar dalam pengamanan di wilayah perbatasan. Hal ini agar tidak terjadi pemeriksaan ganda.

Sementara, Bupti Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, keputusan Pemkab Gowa untuk menunda penerapan PSBB di wilayahnya, karena pihaknya ingin memastikan bahwa bantuan jaring pengaman sosial sudah diterima masyarakat sebelum PSBB diberlakukan.

“Jaring pengaman sosial yang ada terdiri dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan yang merupakan program reguler dari Kementrian Sosial. Ditambah lagi bantuan sembako covid dan Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan juga melalui Kementrian Sosial. Ada juga yang melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana kelurahan dan dana desa, paket sembako dari APBD Gowa dan Sulsel, serta dapur umum,” Kata Adnan.

Selama penerapan PSBB, kata dia, Pemkab Gowa juga akan memperketat pemeriksaan di perbatasan. Setidaknya ada 13 pos pengamanan akan dibentuk di perbatasan Kabupaten Gowa dengan beberapa kabupaten/kota, yang akan dijaga oleh puluhan petugas gabungan.

“Kami bekerjasama dengan Kapolres Gowa dan Dandim 1409 Gowa untuk memastikan pengamanan dan pengawasan berjalan lancar,” terangnya.

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI