Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI