GTPP Covid-19 Sebut Ada 4 Daerah Pandemi Corona di Sulsel

Pangdam XIV Hasanuddin yang juga Ketua GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, memberikan penjelasan tentang penanaganan Covid-19 di Provinsi Sulsel melalui video conference, Ahad (29/3) malam. (IST)

KabarMakassar.com — Penyebaran dan penularan Virus Corona (Covid-19) di Sulsel semakin meluas. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah.

Berdasarkan data yang dirilis di laman covid19.sulselprov.go.id, hingga Ahad (29/3) pukul 19:36 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel totalnya sudah sebanyak 48 orang. Rinciannya: Makassar 35; Gowa 6; Maros 3; Sidrap 2; Bulukumba 1; dan Pinrang 1.

Dari total 48 pasien positif tersebut, 4 diantaranya meninggal dunia dan 44 masih dirawat (termasuk isolasi mandiri).

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 496 orang (459 proses pemantauan, 37 selesai pemantauan). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 92 orang (83 dirawat, 8 sehat, 1 meninggal).

Menyikapi hal ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sulsel yang diketuai oleh Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengaku pihaknya terus berupaya melakukan sejumlah langkah-langkah untuk menekan maupun menghambat penularan Covid-19 tersebut di Sulsel.

Menurut dia, saat ini setidaknya ada 4 daerah di Sulsel yang disinyalir oleh pihaknya sebagai daerah pandemi Covid-19. Sayangnya, Sumangerukka belum mau menyebutkan secara pasti 4 daerah tersebut.

“Kita sekarang sedang melakukan mapping daerah-daerah yang kita anggap bahwa ada pendemi disitu. Sehingga ada langkah khusus yang akan kita lakukan disitu. Malam ini kita akan finalkan 4 daerah itu,” kata Sumangerukka melalui video conference, Ahad (29/3) malam.

Meski belum mau menyebutkan secara jelas nama daerah yang dimaksud, namun Sumangerukka membeberkan indikator yang menyebabkan 4 daerah tersebut disinyalir sebagai daerah pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Bisa dilihat dari banyaknya jumlah pasien positif, jumlah korban meninggal, termasuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP),” terangnya.

Perihal apakah nantinya akan dilakukan lockdown di 4 daerah pandemi Covid-19 di Sulsel tersebut, Sumangerukka mengatakan, hal itu bukan kewenangan GTPP Covid-19.

“Kita hanya menyampaikan data hasil identifikasi kita ke pemerintah daerah setempat, kalau bicara tentang lockdown itu kita serahkan kepada pemerintah daerah. Itu bukan kewenangan GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel. Kepala daerah dan jajarannya yang menentukan. Tidak menutup kemungkinan kedepan ada pembatasan kegiatan di daerah-daerah tersebut,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

-

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI